Wednesday, September 5, 2012

Sinopsis Putri Bidadari Episode 1

Sinopsis Putri Bidadari Episode 27 Agustus 2012 - Senin

Jefry dalam perjalanan pulang, ia terus tersenyum memandangi lukisan yang dibuat Baby, anaknya. Ia teringat saat di rumah, Dini memperlihatkan lukisan yang dibuat baby, Jefry sangat senang dan ia memuji Baby. Jefry berjanji akan membingkai lukisan mereka sepulang dari kantor, agar nanti lukisan Baby bisa dipajang di rumah agar semua orang yang datang ke rumah bisa melihat.

Jefry tak sengaja hampir menabrak orang, ternyata orang itu adalah Mahmud, supir keluarganya. Jefry heran karena Mahmud lari - lari di saat malam karena seharusnya ia sudah pulang. Mahmud beralasan dompetnya ketinggalan di mobil setelah mengantar Dini.

Mahmud seperti ketakutan melihat Jefry, ia pamit segera pergi dengan alasan anak dan istrinya menunggu di rumah. Mahmud tak sengaja menjatuhkan kalung, Jefry kaget karena itu adalah kalung Dini. Jefry kaget karena Mahmud mengambil kalung Dini.

Jefry tiba di depan rumahnya ia sangat kaget melihat rumahnya terbakar. Dini dan Baby teriak minta tolong, Dini bilang pada Jefry kalau Mahmud mencuri kalungnya dan ia penyebab kebakaran yang terjadi di rumahnya. Api semakin membesar, Jefry memutuskan untuk masuk menembus api demi menyelamatkan anak dan istrinya. Malang menimpa, Jefry tertimpa kayu dan pingsan.

Sari menceritakan dongeng pada Putri, Nek Ida minta Sari jangan membacakan dongeng yang sedih karena Putri cengeng. Sari bilang Putri bukannya cengeng tapi berhati lembut.

Mahmud masuk ke rumah dan ia mengemasi barang - barangnya. Mahmud bilang ia akan pergi dan jika ada yang menanyakan dirinya mereka harus bilang tahu. Putri dan Sari hanya heran dan sedih melihat kepergian Mahmud.

Jefry sadar dari pingsannya dan ia menanyakan pada orang - orang tentang anak dan istrinya. A sangat sedih ketika mendapati anak dan istrinya sudah meninggal. A berjanji di depan nisan Dini dan Baby ia akan menuntut balas pada Mahmud.

Jefry mendatangi rumah Mahmud tapi semuanya bilang tidak tahu tentang keberadaan Mahmud. Jefry ingin mengambil Putri, agar Mahmud keluar dari persembunyiannya. Sari tidak rela dan bersama Putri mereka melarikan diri ke dalam hutan dan Jefry terus mengejarnya. Dalam pelariannya Sari melihat pohon yang hampir menimpa Putri tapi Sari langsung menggantikannya. Jefry langsung berhenti melihat kejadian itu. Putri sangat sedih karena Sari koma, Sari berpesan agar Putri jangan bersedih dan agar selalu berbuat baik pada semua orang. Sari akhirnya meninggal dan Putri pingsan. Saat akan meninggal Sari menangis dan air matanya jadi kristal, Jefry melihat kejadian itu. Kristal itu berubah menjadi bidadari dan menolong Putri yang pingsan, bidadari itu memegang tangan Sari dan menyesal karena ia tidak bisa menolong Sari.

Jefry bertanya pada bidadari itu siapa dia? Bidadari itu langsung membuat Jefry pingsan tak jauh dari buku dongeng Putri. Bidadari itu langsung memindahkan tubuh Putri dan Sari ke rumahnya.

Putri sadar dari pingsannya dan nenek pun datang. Putri dan Nenek menangisi kematian Sari. Sari pun dimakamkan, Putri bertanya pada Nenek dimana Mahmud tapi Nenek tidak tahu. Nenek minta Putri tenang karena Nenek akan merawat Putri.

Putri menemukan kristal dan memperlihatkan pada neneknya. Putri bilang Sari sering cerita kalau air mata sang ibu akan berubah jadi kristal dan kristal itu berisi bidadari. Neneknya bilang pada Putri kalau semua itu hanya dongeng dan kristal itu pun kristal biasa.

Jefry membaca buku dongeng Putri tentang seorang bidadari yang berasal dari air mata ibu yang menjadi kristal. Jefry tahu kalau bidadari akan mengabulkan permintaan sang anak. Jefry bertekad akan mencari kristal itu agar dan yakin kristal itu akan menghidupkan Dini dan Baby.

Jefry menemui Putri dan ingin membeli kristal Putri, Putri heran karena Jefry tahu kalau kristal itu sudah ada sejak di hutan. Putri bilang tidak akan menjualnya dan Jefry terpaksa menculik Putri.

Nek Ida mencari - cari keberadaan Putri.

Putri bertanya pada Jefry ia akan di bawa kemana. Jefry bilang Putri harus memberikan Kristal padanya karena Mahmud telah mengambil sesutu yang paling berharga darinya. Mobil Jefry mogok dan Jefry turun untuk memperbaikinya. Putri ikut turun dan terus menasehati Jefry yang marah - marah. Jefry akhirnya menghampiri dan minta agar Putri diam. Putri melihat ular dan spontan mendorong Jefry karena ular itu akan menggigit Jefry. Jefry kaget terlebih ular itu akhirnya menggigit Putri, Putri pingsan dan jatuh, Jefry hanya bisa memanggil Putri yang sudah berguling ke bawah.

Bidadari langsung menyembuhkan Putri dan akhirnya Putri sadar. Bidadari memperkenalkan diri sebagai bidadari yang hadir karena kasih sayang Sari, Putri minta izin untuk memanggil bidadari itu bundadari, yang merupakan gabungan dari bunda dan bidadari. Putri sangat senang karen luka gigitan ular itu sudah hilang.

Bundadari mengajak putri terbang dan mendarat di depan rumah Nek Ida. Maura sangat kaget melihatnya dan bertanya pada Putri siapa perempuan yang bersamanya? Putri bilang kalau ia adalah tantenya. Maura tidak percaya karena ia melihat perempuan itu dan Putri terbang. Maura bilang ia akan bilang pada semua orang kalau Putri bersama tukang sihir wanita. Bundadari sangat kaget dan cemas.

Sinopsis Putri Bidadari

PUTRI (Qeyla) adalah seorang gadis cilik yang cantik, manis, ceria, sangat baik hati, dewasa untuk usianya, dan berhati mulia. Putri hidup bersama ayahnya MAHMUD (Ponco Buwono), ibunya SARI (Jihan Fahira), dan neneknya NENEK IDA (Nenna Rosier).

Suatu hari, Mahmud menyebabkan kebakaran di rumah majikannya, JEFRY (Ashraf Sinclair), yang menyebabkan keluarga Jefry, DINI (Aura Kasih) istrinya, dan BABY (Salwa) anaknya meninggal dunia. Jefry pun mencari Mahmud untuk meminta pertanggungjawaban.

Mahmud yang ketakutan telah pergi meninggalkan keluarganya saat Jefry datang. Jefry kemudian berniat mengambil Putri. Tetapi untunglah Sari dan Putri berhasil kabur dari kejaran Jefry dengan lari ke hutan. Tetapi kecelakaan di hutan merenggut nyawa Sari, sehingga Putri pun harus hidup berdua dengan Nenek Ida.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Sari sempat mengucapkan perpisahan pada Putri dengan kasih sayang yang sangat besar. Sari minta Putri jangan bersedih dan selalu menebarkan kasih sayang kepada siapapun. Sari pun menitikkan air mata terakhirnya. Ajaibnya, air mata Sari pun menjelma menjadi sebutir kristal yang sangat indah dan berkilauan. Rupanya, besarnya kasih sayang Sari terhadap Putri telah menyentuh hati Bidadari. Bidadari pun turun ke bumi untuk melindungi Putri melalui air mata Sari, dengan menjelma menjadi kristal. Jefry ternyata sempat melihat kejadian itu dengan rasa tidak percaya. Jefry pun menyusun rencana untuk merebut Kristal itu dari Putri, untuk menhadirkan kembali keluarganya yang telah meninggal.

Awalnya Putri tidak menyadarinya perubahan dalam dirinya. Ia hanya kaget ketika menemukan sebuah Kristal cantik di dalam tasnya. Putri pun teringat akan dongeng yang sering dibacakan Sari di malam hari sebelum Putri tidur. Tetapi Nenek Ida mengingatkan bahwa itu hanyalah dongeng.

Tetapi ketika kali kedua bidadari menyelamatkannya lagi dari gigitan ular berbisa, Putri pun mau tidak mau mempercayainya. Putri pun senang akan kehadiran bidadari di sampingnya dan menolongnya. Ia pun memanggil bidadari itu dengan nama “Bundadari”. Setelah itu, Kristal itu pun selalu Putri simpan dalam tasnya.

Putri pun kemudian menjalani petualangan-petualangannya dengan bantuan Bidadari. Putri dengan kasih sayang dan kepolosannya juga banyak membantu teman-teman, para tetangga di kampungnya untuk menyelesaikan masalah-masalah hidup mereka.

Masalah Putri semakin bertambah saat Mahmud diam-diam kembali dan menyulitkan Nenek Ida dan Putri. Bidadari pun tetap setia membantu Putri menyelesaikan segala permasalahannya.

Bagaimanakah kisah Putri dalam menjalani hari-harinya dengan bidadari yang selalu menjaganya ?

Sumber: sinemart
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Read This!!!