Sunday, January 1, 2012

Sinopsis DEWA Epiosode 30 Desember 2011 – Jumat

Sinopsis DEWA Episode 132
Sakti bertanya kenapa Dini bertengkar dengan Wiwi, Dini hanya menangis. Sakti menyuruh agar Dini berdoa dan minta petunjuk pada Allah.
Wiwi bilang pada Tama ia memang egois karena untuk kepentingannya, ia menyuruh agar Anya berpura – pura jadi anak Dini. Wiwi sadar kalau ia tidak bisa memaksa Tama agar bersatu dengan Anya. Wiwi merasa Tama telah banyak berkorban untuk dirinya.
Anya datang dan marah mendengar perbincangan Tama dan Wiwi. Anya marah pada Wiwi karena ia telah menyimpan rahasia Wiwi sementara Wiwi malah menyuruh Tama memutuskannya. Tama minta Anya jangan berbicara keras pada Wiwi. Tama bilang ia sudah tidak ingin berhubungan dengan Anya lagi dan Anya jamin Tama akan menyesal kalau Tama memutuskannya.
Dewa melihat amplop yang ditujukan untuk Dini. Di amplop itu ada rekaman pembicaraan Ruslan dan bilang kalau jika Dewa menikah Ruslan akan jadi walinya. Dewa menanyakan hal itu pada Ruslan, Dewa heran kenapa amplop itu ditujukan pada Dini. Ruslan bilang amplop itu amplop bekas Gita yang tadinya akan dikirim buat Dini.
Sakti bertanya pada Ruslan kenapa Ruslan mengirimkan rekaman itu pada Dini? Sakti minta Ruslan berbagi dengannya supaya Ruslan bisa tenang, Sakti bilang ia akan membantu Ruslan memang jika ia bisa membantu.
Ruslan akhirnya mengajak Sakti dan memperlihatkan sebuah map. Sakti sangat kaget karena dalam amplop itu terdapat akte nikah Dini dan Edy, karena itu berarti Dewa adalah anak Dini. Ruslan mengiyakan, Sakti benar – benar kaget.
Dini mendatangi Gita di rumah sakit dan bilang ia tahu kalau Dewa adalah Kania. Dini bilang ada yang mengirim bukti kalau Dewa memang Kania. Dini bilang kenapa Gita tega sekali tidak memberitahunya sejak awal, Dini hanya ingin memeluk anaknya. Gita menangis dan bilang ia juga pernah bagaimana rasanya kehilangan anak.

Saturday, December 31, 2011

Sinopsis Binar Bening Berlian Episode 28 - 29

Sinopsis Binar Bening Berlian Episode 29 Desember 2011 - Kamis

Dinda dan Fahira menyuruh Berlian ke salon bersama supir yang dikirim Junus, supaya Berlian kelihatan cantik di saat pengangkatan anak.

Berlian masuk ke salon dan supir menunggunya di luar. Nimo melumpuhkan supir itu hingga pingsan. Berlian masuk ke mobil tanpa ia sadari Prima telah menggantikan supir itu. Berlian bertanya pada supir kenapa tidak melewati jalan yang biasanya? Berlian sadar kalau Prima yang jadi supir dan minta Prima menghentikan mobilnya. Prima tidak mau dan Berlian tetap memaksa sampai mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.

Supir taxi yang membawa Hendri menghentikan mobilnya tiba - tiba. Supir itu bilang pada Hendri ada kecelakaan mobil. Hendri melihat mobil itu dan seperti mobilnya Junus. Hendri sangat khawatir karena takut Herlina, Bening atau Binar yang ada dalam mobil itu.

Junus dan yang lainnya sangat khawatir karena Berlian belum muncul juga. Herlina dan Binar sangat senang karena yakin Berlian tidak akan muncul. Herlina yakin Nimo telah menyingkirkan Berlian.

Hendri akhirnya menyelamatkan Berlian yang ada dalam mobil itu. Meskipun Hendri merasa itu kesempatan untuk menyingkirkan Berlian seperti keinginan Herlina tapi Hendri ingat kalau Berlian telah menyelamatkan Bening.

Hendri minta identitasnya dirahasiakan dan minta perawat itu menghubungi Junus dan bilang kalau Berlian kecelakaan.

Junus bilang pada Berlian yang belum sadar kalau sekarang ia impas karena telah menyelamatkan Berlian. Berlian heran karena setahunya Bening anak Junus tapi ia merasa suara itu bukan Junus. Hendri pergi dan Berlian berhasil mengambil jam tangannya.

Pihak rumah sakit menghubungi Junus dan bilang Berlian kecelakaan. Semuanya langsung ke rumah sakit dan berdoa agar Berlian segera sembuh.

Binar bilang anak buah Herlina sangat payah. Herlina langsung marah pada Nimo karena Berlian selamat. Herlina memberi kesempatan Nimo sekali lagi. Nimo langsung menghubungi Prima, Prima bilang Berlian sudah meninggal. Nimo bilang Berlian ada di rumah sakit.

Dinda bilang pada Berlian siapa yang telah menyelamatkan dan mencelakakannya? Berlian merasa ia tidak perlu bilang Prima yang mencelakainya karena belum tahu siapa orang yang menyuruh Prima. Berlian juga tidak tahu siapa yang telah menyelamatkannya dan memperlihatkan jam tangan orang yang telah menyelamatkan Berlian.

Fahira ingin menyimpat selimut bayi Berlian, tapi Dinda merasa lebih berhak karena ia ibu kandungnya. Dinda dan Fahira bertengkar, Berlian datang dan Dinda minta Berlian menjelaskan semuanya karena ia sudah tidak sanggup lagi berbohong.

Berlian dengan berat hati bilang pada Fahira kalau Dinda adalah ibu kandungnya. Fahira berharap Berlian bohong, tapi Berlian bilang itu adalah kenyataannya. Berlian minta maaf karena selama ini telah membohongi Fahira. Fahira merasa Berlian benar - benar anak kandungannya. Fahira bilang ia tidak mau melihat Dinda dan Berlian lagi.
Junus datang dan Fahira merasa pasti Junus kerja sama dengan Dinda dan Fahira, dengan bilang kalau Berlian adalah anaknya. Fahira menampar Junus karena Junus adalah dalang dibalik semuanya. Junus minta maaf pada Fahira. Fahira bilang ia tahu itu selimut anaknya dan ingin tahu keberadaan anaknya. Junus bilang anak Fahira sudah meninggal di malam Fahira kecelakaan. Fahira bilang ia menganggap Berlian anaknya dari selimut itu. Dinda curiga kalau Berlian memang anak Fahira dan Junus tapi Dinda hanya diam saja. Fahira pergi dan minta maaf karena telah mengganggu kebahagiaan Dinda dan Berlian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Read This!!!