Showing posts with label DIA JANTUNG HATIKU. Show all posts
Showing posts with label DIA JANTUNG HATIKU. Show all posts

Saturday, January 15, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 43

Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 43
Sabtu, 15 Januari 2011







Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 42

Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 42
Jumat, 14 Januari 2011







Friday, January 14, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 41

Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 41
Kamis, 13 Januari 2011

Wednesday, January 12, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 40

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 40
Rabu, 12 Januari 2011


Panji bilang Dara butuh donor darah dan bilang persediaan darah di rumah sakit sedang kosong. Aksan bilang ia akan mendonorkan darahnya untuk Dara karena golongan darahnya sama.

Perawat lalu mengambil darah Aksan. Perawat itu akan memberitahu Aksan kalau golongan darahnya berbeda, tetapi ada perawat yang datang dan bilang rumah sakit mendapatkan kiriman darah dari PMI pusat dan golongan darahnya sama dengan Dara. Perawat itu memberikan darah kiriman dari PMI dan bukan dari Aksan.

Dara sadar. Aksan bilang pada Dara sekarang ia semakin yakin kalau Dara adalah ibu kandungnya, karena darah Dara dan dirinya sama. Dara sangat bingung dan ia yakin pasti ada kesalahan, karena golongan darah Dara B dan Aksan O.

Aida bilang sebaiknya lain kali saja ia akan menjenguk Dara. Aksan tiba - tiba memeluk Aida dan bilang ia sangat mencintai Aida.

Panji melihat Aida dan Aksan yang sedang berpelukan. Aksan berterimakasih pada Panji karena telah merawat Dara. Panji mengajak Aida pulang.

Aksan melihat kepergian Aida. Aksan sangat mencintai Aida dan berpikir andar Dara tidak dendam pada Nena dan Aida.

Aida bilang pada Panji kalau Dara sangat dendam pada Nena karena mengira Nena yang telah membunuh suaminya Dara. Dara juga mengira Aida anak Nena jadi Dara sangat membenci dirinya. Panji bilang ia akan selalu ada untuk Aida.

Riza akan menemui Aida di rumah Panji dan malah bertemu dengan Oma Laras / Widya. Riza memeluk Oma Laras dan bilang ia adalah Riza cucunya. Oma Laras bilang namanya adalah Widya.

Panji dan Aida datang. Riza bertanya pada Aida kalau Oma Widya adalah Oma Laras? Indira datang dan bilang kalu itu Oma Widya ibunya Surya. Panji membenarkan kalau Oma Widya baru pulang dari Kalimantan. Oma Widya bilang ia akan masuk ke dalam karena mau masak buat Panji dan Aida.

Indira menahan Riza yang ingin mengejar Oma Widya. Riza bilang ia sangat yakin kalau itu Oma Laras. Indira mencoba meyakinkan Riza dengan bilang itu adalah Oma Widya, karena Oma Laras tidak pernah masak.

Aida sebenarnya ingin mengatakan semuanya pada Riza, tapi Panji melarang karena ia curiga pada Indira.

Tania bertanya pada Ridwan apakah Ridwan itu adalah anaknya? Ridwan bertanya kenapa Tania berpikiran seperti itu. Tania bilang ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya karena Oma Laras tidak pernah memberitahunya. Ridwan bilang ia baik pada Tania bukan karena Tania adalah putrinya tapi karena Ridwan sudah menganggap Tania seperti putrinya sendiri.

Dara ingin mencari hal tentang Aida agar bisa menyakiti Aida buat jaga - jaga Aksan tidak mau balas dendam pada Aida.

Dara masuk ke ruangan Panji dan mencari berkas yang berhubungan dengan Aida.

Dara menemukan berkas Meyda yang mendonorkan jantungnya untuk Aida. Dara juga akhirnya tahu kalau Meyda adalah tunangan Panji. Dara yakin Aida belum mengetahui hal itu dan ia akan memanfaatkan informasi itu.

Aida kaget dengan kedatangan Aksan. Aksan bertanya pada Aida apa Aida mencintai Panji? Aksan bertanya dulu tanpa sadar Aida selalu menyebut - nyebut Panji. Aida bilang ia tidak tahu perasaannya tetapi setiap dekat Panji rasanya nyaman.

Aida balik bertanya sampai kapan Aksan akan menyakiti dan mempermainkan hatinya? Aksan minta Aida memberinya kesempatan dan ia akan memperbaiki semuanya.

Panji melihat Aksan dan Aida. Panji mengajak Aida berangkat karena harus kontrol kesehatan jantung Aida.

Panji senang karena Aida datang dan Panji bilang Aida sangat berarti untuknya. Panji ingin memberikan cincin sebagai tanda kalau ia serius pada Aida. Aida sangat bingung harus menjawab apa.

Dara datang dan minta agar Aida tidak menerima cincin dari Panji. Dara bilang Panji ingin memiliki Aida karena jantung tunangan Panji ada pada Aida.

Tuesday, January 11, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 39

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 39
Selasa, 11 Januari 2011

Panji bilang seaharusnya Aida bahagia karena Aksan mau kembali pada Aida, karena yang Panji tahu Aida sangat mencintai Aksan. Aida menangis justru ia bingung, karena dulu Aksan menolaknya dan jadian sama Tania, tiba – tiba sekarang Aksan datang dan ingin jadian sama Aida.

Tania sangat sedih mengingat perkataan Riza yang bilang Tania jangan dibutakan oleh cinta pada Aksan, karena itu seperti wanita yang tidak punya harga diri.

Ridwan bertanya kenapa Tania sangat sedih? Tania bilang ia sedang sedih karena Riza bilang ia wanita yang tidak punya harga diri. Ridwan bilang perasaan cinta itu manusiawi dan ia bilang pernah merasakan hal yang sama. Ridwan bilang ia pernah kehilangan istri yang dicintainya dan juga putrinya. Tania baru tahu kalau Ridwan punya seorang putri lalu bertanya siapa putri Ridwan? Ridwan hanya dia. (sepertinya Tania ini adalah putri Ridwan).
A
ksan marah pada Dara karena mengirimkan bunga pada Aida? Dara mengingatkan Aksan menepati janjinya untuk mendekati Aida.

Aida bertanya pada Aksan apa maksud Aksan dengan sikapnya pada Aida? Aida bilang ia tidak mengerti dengan semuanya. Aksan bilang ia tidak punya jawaban. Aida bilang ia hanya ingin menanyakan satu hal dan minta tolong agar Aksan jangan memainkan perasaannya lagi! Aida bertanya apa Aksan mencintai Aida?

Aksan bilngung ia harus menjawan apa. Aksan sebenarnya sangat mencintai Aida tapi Aksan akan menjawab ia tidak mencintai Aida. Aksan hanya tidak mau Aida terjebak dalam rencana balas dendam dara. Aksan lalu ingat Dara dan ia akhirnya bilang kalau ia sangat mencintai Aida. Aida sangat sedih dengan jawaban Aksan.

Aida menangis dan bertabrakan dengan Panji. Panji bilang pasti Aksan yang membuat Aida menangis. Aida bilang ia bingung dengan sikap Aksan yang berubah dan bilang ia mencintai Aida. Panji bertanya sekarang perasaan Aida pada Aksan bagaimana? Aida bingung karena dulu Aksan pernah bilang mencintai Aida hanya karena kasihan pada Aida.

Monday, January 10, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 38

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 38
Senin, 10 Januari 2011

Riza dan Tania melihaht mayat yang terbakar dan antara yakin tidak yakin kalau itu Oma Laras. Tania pingsan.

Aida sedang berjalan ia menemukan orang di jalan yang pingsan dan ternyata Oma Laras. Aida membawa Oma Laras ke rumah Panji. Panji merawat Oma Laras. Panji menyuruh Aida agar memberitahu Riza.

Riza yang duluan menghubungi Aida dan bilang Oma Laras sudah meninggal dan ditemukan sebagai korban kebakaran. Aida belum sempat bilang Oma Laras masih hidup karena Riza keburu menutup teleponnya.

Aida memberitahu semuanya pada Panji tentang Riza yang salah sangka. Panji minta agar Aida jangan bilang kalau Oma Laras masih hidup, Panji bilang ini demi keselamatan Oma Laras. Panji mengingatkan Aida tentang Riza yang bilang Oma Laras korban penculikan.

Dara sangat senang karena dendamnya pada Oma Laras sudah terbalas. Dara berniat balas dendam pada Aida dan Nena.

Indira berpura - pura sedih atas meninggalnya Oma Laras dihadapan Riza dan Tania.

Tania minta agar Aida dan Panji pulang karena kehadirannya hanya memperburuk suasana.

Aida ingin bilang pada Riza kalau Oma Laras sebenarnya masih hidup tapi Indira keburu datang dan mengusir Aida dan Panji.

Firman terus memikirkan Aida dan kecewa. Bondan minta Firman jangan sedih terus. Ibunya Bondan bilang semua salah Firman karena pernah membuang bayi, kalau misal Firman tidak menyuruhnya membuang bayi pasti keadaannya tidak akan seperti ini.

Aida dan Panji baru datang. Aida bertanya apa benar Firman pernah membuangnya saat bayi? (di sini Aida salah paham, karena yang dimaksud ibunya Bondan bukan Aida saat bayi tapi Aksan).

Firman bilang pada Aida dulu ia pernah khilaf membuang Aida ke panti asuhan tapi buru - buru mengambilnya kembali. Aida mera sedih dan bilang pantas Firman dulu tidak pernah mengakuinya sebagai anak.

Aida pergi dan merasa sedih karena Firman tidak benar - benar menyayanginya. Aida berpikir mungkin memang tidak akan ada yah tiri yang menyayangi anaknya.

Panji minta agar Aida memaafkan Firman, karena Firman sudah menyesali perbuatannya.

Dara minta agar Aksan menjauhi Tania karena dendamnya pada Oma Laras sudah terbalas. Dara bilang sekarang tinggal balas dendam pada Nena yang telah memfitnah suaminya. Dara minta agar Aksan mendekati Aida karena sekarang tinggal balas dendam pada Aida dan Nena.

Oma Laras sadar dan lupa ingatan. Aida bilang Oma Laras aman bersamanya. Oma Laras sepertinya ketakutan.

Panji datang dan merawat Oma Laras.

Aida menanyakan kabar Oma Laras? Panji bilang fisik stabil tapi mengalami amnesia. Panji berpikir itu mungkin akibat benturan karas.

Aida melihat Oma Laras dan Panji bilang kalau nama Oma Laras adalah Oma Widya.

Panji mengajak Aida bicara berdua. Panji bilang ia sengaja mengganti nama Oma Laras menjadi Oma Widya demi keselamatannya.

Firman minta waktu bicara dengan Aida.

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 37

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 37
Minggu, 9 Januari 2011

Indira dan Anas berniat membunuh Oma Laras dan membawanya pergi.

Dara melihat Aida, Surya dan Nena yang tampak akrab. Dara khawatir kalau Aida anak Surya dan Nena, pasti Aksan akan curiga kalau ia anak Umar dan Aida.

Tania bilang pada Aksan kalau Oma Laras hilang dan minta bantuan Aksan untuk mencarinya.

Dara memanas - manasi Firman kalau Aida bukan anak Laila. Firman bilang Panji memalsukan tes DNA agar sama seperti Surya dan Nena. Firman minta agar Dara jangan pernah bilang lagi kalau Aida bukan anak Laila. Firman terpancing saat Dara bilang Aida tampak bahagia menjadi anak Surya dan Nena.

Oma Laras sadar dan mendengarkan pertengkaran Anas dan Indira. Indira ingin Oma Laras cepat mati, sedangkan Anas ingin menyandra Oma Laras untuk mendapatkan uang.

Firman melihat Aida yang tampak bahagia dengan Surya dan Nena. Firman sangat kecewa pada Aida. Aida minta maaf dan ingin menjelaskan semuanya. Firman tidak mau mendengarkan Aida dan pergi.

Saturday, January 8, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 36

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 36
Sabtu, 8 Januari 2011

Firman mengusir Aksan karena Firman menganggap Aksan hanya membuat Aida menderita. Panji minta agar Aksan pergi seperti permintaan Firman.

Nena dan Surya minta agar Oma Laras cepat sadar karena hanya kesaksian Oma Laraslah yang bisa membebaskan Aida. Nena menangis karena tidak mau Aida di penjara, Nena bilang kemungkinan besar Aida adalah putrinya yang dulu hilang. Oma Laras sadar dan menyebut - nyebut Aida.

Riza menjadi saksi yang bilang bahwa Aida ada di lokasi kejadian. Belum selesai Riza bicara, pengacaranya bilang cukup. Hakim menunda sidang.

Riza marah pada Ridwan dan Tania karena membuat kesaksiannya memberatkan Aida. Ridwan bilang Riza adalah saksi satu - satunya. Riza bilang ia melihat Aida tapi tidak tahu apa yang terjadi. Ridwan bilang ia adalah pengacara keluarga Oma Laras dan pasti akan membuat Aida bersalah.

Panji bilang kesaksian Riza sangat memberatkan Aida. Panji minta waktu agar bisa bicara berdua dengan Aida.

Panji meminta agar Aida menerima lamarannya karena Panji benar - benar ingin menikahi Aida. Aida berterimakasih karena Panji sangat baik, tapi Aida tidak bisa menikah dengan Panji hanya karena menuruti permintaan Tania yang bilang Aida akan bebas jika menikah.

Panji bilang ia benar - benar mencintai Aida. Aida bilang Panji hanya kasihan padanya dan dihati Panji masih ada Meyda.

Hakim memutuskan Aida bersalah berdasarkan saksi - saksi. Tiba - tiba Surya datang membawa Oma Laras. Oma Laras memberikan kesaksian Aida tidak bersalah dan Oma Laras keburu tidak sadar sebelum bilang siapa yang sebenarnya.

Dokter membawa kembali Oma Laras ke rumah sakit.

Tania marah pada Aida karena kondisi Oma Laras memburuk.

Hakim menyatakan Aida tidak bersalah, semua yang sayang sama Aida sangat senang.

Dara marah pada Aksan karena Aida bebas, Aksan bilang Oma Laras sendiri yang memberikan kesaksian kalau Aida tidak bersalah.

Aida ingin mengucapkan terimakasih pada Oma Laras, tetapi Tania mengusir Aida.

Indira melihat televisi dan tahu kalau Aida dibebaskan. Indira sangat kesal. Indira menghubungi Anas.

Surya minta agar Panji melakukan tes DNA dengan Aida. Panji ingat kalau DNA Surya dan Aida tidak cocok.

Panji minta agar Aida melakukan tes DNA sekali lagi. Aida bilang DNA ia dan Surya tidak cocok. Panji minta meskipun tidak cocok tapi Aida harus berpura - pura cocok.

Tes DNA Nena, Surya dan Aida akan dilaksanakan. Nena sangat senang karena sebentar lagi Aida akan terbukti merupakan putri kandungnya. Sementara Aida merasa sedih karena tes DNA ini akan sia - sia.

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 35

Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 35
Jumat, 7 Januari 2011







Thursday, January 6, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 34

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 34
Kamis, 6 Januari 2011

Panji menemukan Aksan dan Aida yang pingsan lalu mengajaknya naik mobil. Di perjalanan Aksan bilang pada Panji kalau Aida sangat menyukai Panji, sementara Panji kecewa karena Aksan mengajak Aida kabur sehingga Aida pingsan.

Riza dan pengacaranya telah menemukan bukti rekaman yang membuktikan Aida tidak bersalah. Anas menabrak Riza, lalu Riza dan pengacaranya mengejar Anas yang kabur.

Indira menghubungi Tania, agar Tania tetap memperkarakan Aida.

Riza dan Ridwan bilang pada Tania kalau Anas yang mencelakakan Oma Laras bukan Aida. Tania tidak percaya dan minta buktinya. Riza bilang buktinya telah dihancurkan oleh Anas dan Ridwan mengiyakan. Tania minta agar Ridwan jangan membela Aida karena seharusnya Ridwan menuntut Aida.

Panji memberitahu Firman dan Bondan kalau kondisi Aida sedang kritis.

Aksan kembali membawa kabur Aida yang sedang sakit. Polisi berhasil menangkap Aida.

Panji mendapat kabar dari polisi kalau Aida sudah ditemukan tetapi dibawa ke rumah sakit karena kondisinya parah.

Panji merawat Aida, Panji sangat sedih karena luka Aida sudah komplikasi. Jantung Aida sudah tidak berdetak. Perawat bilang kalau Aida sudah meninggal. Panji hanya bisa menangis.

Wednesday, January 5, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 33

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 33
Rabu, 5 Januari 2011

Panji curiga Aksan yang membawa kabur Aida, karena Dara saja kesulitan mencari Aksan. Panji curiga Aksan ingin membuat Aida supaya semakin bersalah.

Aida sedang tertidur di kursi. Aksan minta maaf karena membuat Aida seperti ini, Aksan melakukan semua itu hanya tidak ingin Aida di penjara. Aida masih tidur, Aksan mengunci Aida dari luar.

Aida ingin kembali ke polisi, Aksan melarangnya. Aksan bilang ia tidak mau membiarkan Aida pergi dan menjalani hukuman. Aida bilang ia tidak takut karena ia memang tidak bersalah. Aksan bilang ia melakukan semua itu hanya karena cinta dan sayang pada Aida. Aida kaget mendengar semuanya.

Firman menghubungi Aksan dan ingin berbicara dengan Aida. Firman bilang pada Aida ia sudah mendengar semuanya dari Aksan dan minta agar Aida tetap bersama Aksan. Aida bilang ia ingin kembali karena tidak mau membuat Firman dan semuanya susah. Firman mohon agar Aida tetap bersama Aksan sampai ia menemukan bukti kalau Aida tidak bersalah.

Aida terpaksa menuruti kata - kata Firman dan tetap bersama Aksan.

Riza bilang pada Panji kalau ia curiga Indira yang mencelakai Oma Laras karena ia pernah mendengar Indira bicara "untung sidik jari Aida ada di tabung gas itu". Riza juga bilang saat Oma Laras sadar beliau menyebut Indira dan seperti ingin mengatakan sesuatu. Riza yakin Indira ada hubungannya dengan kecelakaan Oma Laras karena Indira terus - terusan bilang kalau Aida bersalah.

Nena menemui Panji, Panji bilang Riza mencurigai Anas karena ia melihat Anas sedang mencari sesuatu di lokasi kejadian. Panji jadi bingung siapa yang mencelakai Oma Laras? Indira atau Anas? Atau mereka bekerja sama.

Indira kaget dengan kedatangan Panji. Panji bilang ia dokter di rumah sakit itu. Panji bilang sebaiknya Indira mengakui kalo ia yang mencelaki Oma Laras, jangan sampai orang lain yang tersakiti. Indira sangat kesal mendengar semuanya dan ia ingin menghilangkan barang bukti supaya orang - orang tidak curiga.

Tania sangat sedih mendengar pembicaraan Panji dan Riza yang bilang Aida dibawa kabur Aksan.

Indira menghampiri Tania, Tania bilang ia sangat sedih karena Aksan membawa kabur Aida ke bogor. Tania sedih karena Aksan tidak bisa melupakan Aida. Tania minta Indira jangan melapor pada polisi, Tania tidak mau Aksan ikut tertangkap karena membawa kabur Aida.

Indira menertawakan kepolosan Tania dan Indira melapor pada polisi kalau Aida ada di Bogor.

Rumah tempat persembunyian Aida dan Aksan dikepung polisi, tetapi mereka tetap berusaha kabur dan polisi mengejarnya.

Aida tidak sanggup lagi berjalan karena kakinya terluka. Aksan menggendong Aida. Aksan dan Aida memberhentikan taxi dan naik.

Polisi menghubungi pihak kepolisian dan minta semua jalan di blokir karena buronan melarikan diri pakai taxi.

Di perjalanan Aksan dan Aida turun dari taxi. Aksan yakin ada yang melapor pada polisi. Aida menuduh Aksan apa Aksan curiga Firman, Bondan dan Panji yang melaporkannya karena mereka yang tahu posisinya. Aksan bilang tidak bermaksud menuduh mereka. Aida tiba - tiba merasa kesakitan dan pingsan.

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 32

Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 32

Selasa, 4 Januari 2011








Monday, January 3, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 31

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 31
Senin, 3 Januari 2011

Firman bilang Nena tidak boleh lagi tinggal di rumahnya, Firman minta agar Aida jangan menghalanginya. Nena sangat sedih dan minta maaf karena telah membuat Firman terluka karena ia hanya ingin membuktikan…. Belum selesai Nena bicara disuruh Firman diam. Firman minta agar Aida meminta Nena pergi. Aida minta maaf dan bilang Nena sebaiknya mengikuti kata – kata Firman.

Nena pergi dan menangis. Aida mengejarnya. Nena bilang buat apa Aida mengejarnya bukankah Aida tadi memintanya pergi? Aida bilang ia hanya tidak mau membuat Firman semakin marah tapi Aida bilang kalau ia sangat sayang sekali dengan Nena.

Aida juga bilang ia sangat khawatir karena Nena tidak punya tujuan mau kemana. Aida lalu mengajak agar Nena tinggal bersamanya di rumah Panji, karena Panji pasti tidak akan keberatan. Nena bertanya maksud Aida tinggal bersama Surya juga? Aida mengiyakan dan bilang Surya dan Panji itu orang baik.

Tania menghubungi Aksan dan memintanya segera datang ke rumah sakit karena Oma Laras kecelakaan.

Aida dan Nena bertemu dengan Aksan yang akan pergi. Aida bertanya kenapa Aksan terlihat sangat buru – buru? Aksan bilang Oma Laras kecelakaan. Aida sangat khawatir dan berterimakasih karena Aksan telah memberitahunya. Aida akan menengok Oma Laras dan Nena juga ingin ikut.

Aksa mengajak Aida dan Nena berangkat bersama, tapi bukan karena Aksan sudah kembali baik pada Aida. Aksan bilang ia hanya kasihan pada Aida.

Dokter bilang pada Riza kalau kecelakaan Oma Lara situ seperti yang disengaja, mungkin Oma Laras mempunyai musuh. Dokter bilang masalah ini sudah ditangani polisi.

Panji menanyakan kabar Oma Laras pada Aida. Aida juga datang dan menanyakan kabar Oma Laras.

Polisi lalu datang apa ada saudara dari Oma Laras? Riza dan Tania mengaku sebagai cucunya. Polisi bilang kalau ia telah menemukan sidik jari pelaku di tempat kejadian. Aida dan yang lainnya berharap polisi segera menemukan pelakunya dan agar dihukum seberat – beratnya.

Polisi bilang kalau mereka datang ke sana karena ingin menangkap pelakunya, polisi lalu bilang akan membawa Aida karena ada sidik jari Aida. Panji dan Nena tidak percaya kalau Aida yang melakukan hal itu pada Oma Laras.

Tania bilang kalau bukan Aida kenapa sidik jari Aida ada di sana? Riza lalu minta agar Aida menceritakan kejadiannya, karena Riza pernah melihat Aida naik taxi di tempat Oma Laras pingsan. Panji bilang belum tentu Aida pelakunya, Riza juga berpikiran sama. Tania tetap menuduh Aida karena ada noda darah di baju Aida, Tania bilang pasti itu noda darah Aida.

Tania bilang pasti Aida dendam pada Oma Laras karena Oma Laras menagih semua biaya pengobatan Aida. Tania juga bilang gelang berlian Oma Laras hilang pasti Aida yang mengambilnya. Tania minta agar polisi menggeledah Aida. Polisi bilang agar semuanya tenang karena Aida akan di tahan selama proses penyelidikan berlangsung.

Perawat curiga pada Indira karena melihat ada noda darah di baju Indira.

Firman, Panji dan Nena melihat keadaan Aida di penjara. Panji berjani ia akan mencari pengcara terbaik yang bisa mengeluarkan Aida dari penjara. Firman minta Panji menolong Aida karena Aida pasti tidak bersalah. Nena juga berpikir ia akan mencari bukti agar Aida bisa bebas.

Indira keluar dari ruangannya dan berjalan ke ruangan Oma Laras. Indira melihat Oma Laras dan sangat senang Oma Laras belum sadar, tetapi Indira khawatir kalau nanti Oma Laras sadar lalu bilang pada semuanya kalau Indiralah yang membuatnya seperti ini. Indira berniat ia akan mencopot selang infus Oma Laras supaya Oma Laras meninggal dan dirinya tidak terancam lagi.

Riza masuk dan bertanya kenapa Indira ada di ruangan Oma Laras bukankah Indira sedang sakit? Indira bilang ia hanya ingin melihat keadaan Oma Laras. Tania bilang kalau Aida yang membuat Oma Laras kecelakaan. Indira sangat kaget sekaligus senang, tidak menyangkan perbuatan dirinya bisa mengarah pada Aida padahal tidak direncanakan.

Abangnya Nena sedang mencari bukti kancing bajunya yang copot di dekat lokasi kejadian, Nena melihat hal itu. Nena yakin kalau Abangnyalah yang telah membuat Oma Laras kecelakaan, Nena bilang sikap abangnya itu sudah membuat Aida di penjara. Abangnya Nena sangat senang karena sementara ia aman.

Dara sangat senang saat tahu dari Aksan kalau Aida di tahan karena dituduh telah membuat Oma Laras kecelakaan. Aksan juga bilang ia akan menangani kasus ini. Dara sangat senang dan minta agar Aksan membuat Aida selamanya di penjara. Aksan sangat sedih karena dalam hatinya ia sangat yakin kalau Aida tidak bersalah dan ia sengaja ingin menangani kasus ini biar terbukti Aida tidak bersalah.

Sunday, January 2, 2011

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episdode 30


Sinetron Sinetron Dia jantung Hatiku episode 30
Minggu, 2 Januari 2010






Sumber: Msyiwern

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 29

Sinopsis Sinetron Dia Jantung Hatiku episode 29
Sabtu, 1 Januari 2010

Indira sangat senang karena sebentar lagi ia akan menikah dengan Riza.

Aida membantu Riza melarikan diri, karena Riza tidak mau menikah dengan Indira.

Dara memberitahu Laras kalau Aida membwa Riza kabur. Oma Laras langsung mencari Riza. Indira sangat marah tahu Aida merencankan kabur. Oma Laras dan Indira menemukan Aida dan Riza. Indira marah dan menampar Aida. Riza bilang sikap Indira yang kasar itulah yang membuat Riza tidak mau menikah dengan Indira. Indira bilang dia begitu karena Aida keterlaluan, Oma Laras setuju dengan pendapat Indira.

Oma Laras ingin melaporkan Aida pada polisi. Riza minta agar Oma Laras jangan melaporkan Aida dan Riza bilang ia akan menikahi Indira.

Indira menampar Riza karena Riza malah menyebut nama Aida saat akad nikah. Oma Laras sangat marah. Riza mengajak Aida pergi dan akan keluar lewat jendela.

Indira marah pada Aida dan mencekik Aida, tapi Indira malah jatuh.

Indira di bawa ke rumah sakit, Indira menyebut Aida yang mendorongnya hingga terjatuh.
Perawat meminta Umar untuk mengurus semua Administrasi Indira.

Oma Laras menampar Indira, Riza bilang Aida tidak salah. Panji minta agar Oma Laras jangan marah pada Aida. Oma Laras bilang Dara memberitahu kalau Aida telah merencanakan menggagalkan pernikahan Riza. Oma Laras mengusir Aida dan Riza, dan Riza sudah tidak dianggap keluarganya lagi.

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 28

Sinetron Dia jantung Hatiku episode 28

Jumat, 31 Desember 2010








Sumber: Msyiwern

Sinopsis Dia Jantung Hatiku episode 26 dan 27

Sinetron Dia jantung Hatiku episode 26 dan 27

Kamis, 30 Desember 2010











Sumber: Msyiwern
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Read This!!!