Saturday, November 12, 2011

Sinopsis Sang Penari ( Full )

Rasus kembali ke Dukuh  Paruk dan mendapati kampung yang sepi, tidak ada kehidupan. Rasus lalu bertemu dengan Sakum, Sakum bilang ia ingat siapa Rasus dan siapa Srintil. Sakum berpesan pada Rasus agar segera mencari Srintil. ( Flash Back Ke Masa Lalu)

DUKUH PARUK 1953

Rasus dan Srintil masih kecil dan mereka melihat pertunjukan tari. Srintil memuji kecantikan Surti yang menari dan merupakan Ronggeng di kampungnya.

Ayah srintil dituduh meracuni orang sekampung dengan menjual bongkrek beracun. Surti pun sang Ronggeng tewas dan keris kecil yang biasa dipakainya jatuh. Rasus mengambil keris kecil milik sang Ronggeng. Ayah Srintil pun tewas, Srintil menangis. Rasus pun melihat kejadian itu.

DUKUH PARUK 1963

Rasus dan Srintil beranjak dewasa. Rasus menjadi kuli.

Sakum berbicara dengan Srintil, Sakum bilang ia tahu kalau Srintil bakal jadi Ronggeng. Sakum menabuh gendang dan perlahan Srintil menggerakan tangannya dan mengikuti irama.

Ibu - ibu memuji Srintil yang bakal jadi ronggeng baru di kampungnya. Ibu - ibu  juga menggosipkan siapa yang bakal mendapatkan perawan Ronggeng Srintil.

Kakeknya Srintil mendatangi Redja dan bilang Srintil bakal menjadi ronggeng baru. Redja bilang jadi ronggeng itu tidak sekedar menari dan bernyanyi, tapi ada hubungannya dengan kelestarian Dukuh Paruk. Kakeknya Srintil bilang kalau Redja masih mengaku Dukun Ronggeng maka Redja harus datang, karena Srintil akan menari.

Srintil sedang siap - siap tampil dan Rasus menemuinya dan bertanya apa benar Srintil akan jadi Ronggeng. Srintil bilang ia hanya ingin membalas kebaikan dan pasti masyarakat juga senang kalau Dukuh Paruk punya Ronggeng baru.

Semua penduduk sudah berkumpul untuk melihat Srintil menari, tapi penampilan Srintil tidak bisa dimulai karena Redja sang Dukun Ronggeng tidak datang. Sementara itu Redja di rumahnya pun tidak bisa tidur. Masyarakat akhirnya bubar karena kecewa, yang tertinggal hanya Srintil dan Sakum. Srintil sedih dan menangis, Sakum menabuh gendang dan Srintil  menari tanpa dilihat orang. Srintil sangat sedih dan bilang pada Sakum ia bisa menari, Sakum menenangkan Srintil.

Redja bilang pada istrinya kalau Sakum menabuh gendang lagi.

Bakar yang kembali ke kampungnya ikut nimbrung di warung, kebetulan di sana ada Rasus dan temen - temennya. Rasus merasa aneh dengan penampilan Bakar yang tidak seperti penampilan masyarakat di sana mungkin karena Bakar lama di kota.

Srintil sedih karena Ki Redja dan Nyi Redja tidak datang, tapi Srintil bilang jika Eyang Secamanggala ( leluhur yang makamnya di anggap keramat ) menghendaki ia jadi Rongeng pasti ia bakal jadi Ronggeng. Rasus bilang ia tidak mau Srintil jadi Ronggeng yang bisa dinikmati oleh semua penduduk, Srintli beralasan ia ingin jadi Ronggeng untuk menebus orang tuanya yang dituduh meracuni orang sekampung.

Rasus akhirnya mengambil keris kecil milik ronggeng lama yang dulu terjatuh dan memberikannya pada Srintil. Srintil sangat senang mendapatkan keris pusaka ronggeng itu.

Redja akhirnya merestui Srintil jadi ronggeng dan Srintil sangat senang dengan penobatannya. Yang paling terpukul dengan hal itu adalah Rasus.

Rasus bilang pada mandor ia ingin ikut kerja lagi. Mandor itu nyindir pasti Rasus ingin mendapatkan uang untuk ikutan "buka kelambu". Bakar mentraktir Rasus, mandor itu memuji bakar dan pasti Bakar banyak uang dan ingin ikutan "buka kelambu". Bakar bilang ia tidak peduli dengan urusan seks dan yang penting adalah pelestarian ronggeng sebagai seni rakyat.
Rasus membantu menaikan barang - barang ke mobil tentara. Kepala tentara itu  tertarik dan menanyakan siapa Rasus? Anak buahnya bilang Rasus itu penduduk Dukuh Paruk.

Srintil bilang pada Rasus sebentar lagi akan "buka kelambu". Srintil dan Rasus melakukan hubungan terlarang. Srintil pamit pada Rasus dan sudah saatnya ia jadi Ronggeng yang seutuhnya.

Srintil pun menjalani proses "buka kelambu". Rasus memukul orang yang telah ikutan "buka kelambu"-nya Srintil.

Rasus akhirnya memutuskan bekerja di markas tentara dan ia pun menjadi dekat dengan komandannya. Rasus bilang pada komandan itu kalau ia tidak bisa baca tulis.

Nyai Redja memijat Srintil dan memuji kalau Srintil sekarang drajatnya paling tinggi di antara perempuan - perempuan Dukuh Paruk. Nyai Redja memijat perut Srintil untuk mematikan peranakannya agar Srintil jadi ronggeng lebh lama, tapi Srintil marah.

Rasus diajari baca tulis dan komandan itu yakin Rasus  sangat berpotensi karena Rasus sebenarnya cerdas. Rasus pun terus belajar menjadi seorang tentara dan Srintil pun menjalani perannya sebagai Ronggeng.

Srintil berpapasan dengan Rasus, tapi mereka tidak saling bertegur sapa.

Srintil mengantarkan makanan pada neneknya Rasus yang sedang sakit. Neneknya Rasus bertanya apa Srintil tahu keberadaan Rasus.

Bakar membuka tanah dan dibangun gapura yang bertuliskan "tanah oentuk rakdjat. Bakar juga memperdengarkan radio yang berhaluan komunis pada masyarakat. Masyarakat tidak sadar kalau Bakar memasukan unsur Komunis di Dukuh Paruk.

Neneknya Rasus meninggal dan Rasus pun pulang. Srintil bertanya pada Rasus kenapa sejak "malam itu" Rasus pergi, Rasus bilang ia pergi karena tidak punya uang untuk menemui Srintil. Srintil marah pada Rasus karena berpikiran seperti itu, Srintil bilang ia tidak pernah mengharapkan uang dari Rasus.

Bakar menemui Redja dan ingin mnghilangkan acara sesajen sebelum acara ronggeng dimulai. Bakar minta waktu berbicara setiap pertunjukan ronggeng dimulai dan meyakinkan Redja kalau partainya suka maka ronggeng itu akan makin sering tampil.

Rasus menemui Srintil, Srintil minta Rasus kembali ke Dukuh Paruk dan ia bisa memberikan modal untuk Rasus. Rasus malah minta Srintil berhenti jadi ronggeng dan ikut dirinya.

Nyai Redja marah pada Srintil karena sudah menolak permintaan Marsusi seorang pemilk perkebunan untuk melayaninya. Nyai Redja bilang pada Redja ia akan memutuskan ikatan tali asmara antara Rasus dan Srintil, karena Srintil harus menjalani aktivitasnya sebagai ronggeng. Setelah pertemuan terakhir dengan Rasus, Srintil jadi ragu antara jadi ronggeng atau ikut Rasus.

Komandan bertanya pada Rasus apa benar di Dukuh Paruk sudah "merah". Rasus membenarkan kalau komunis sudah masuk ke kampungnya.

Srintil menjadi pendiam dan Sakum mendatangi Srintil. Sakum bilang pada Srintil kalau Srintil tetap ingin jadi ronggeng maka ia harus melupakan Rasus.

Redja dan Nyai membicarakan Srintil yang tidak mau menari lagi. Kakeknya Srintil bilang itu bukan salah Srintil saja.

Ada yang lapor pada Redja kalau makam Secamenggala dirusak. Kakeknya Srintil bilang bukan Srintil yang salah, tapi karena masyarakat yang tidak menghormati leluhur.

Bakar sedang berbicara dengan Redja, Srintil datang dan bilang ia akan kembali menari. Semua masyarakat senang. Bakar melalui seni ronggeng mulai memasukan unsur - unsur komunis, tanpa di sadari masyarakat. Srintil dan yang laingantri dan menanyakan apa isi kertas tulisan itu pada Bakar, Bakar hanya bilang itu kertas untuk mendapatkan makanan saat tampil. Banyak masyarakat  tidak mengerti dan tidak bisa baca tulis,  sehingga dimanfaatkan Bakar.

Tentara menangkapi dan mengepung kampung Dukuh Paruk karena di anggap komunis. Semua penduduk diangkut ke truk tentara dan dibawa ke sebuah penampungan untuk di adili. Hanya sakum yang di anggap gila tidak di angkut.

Di penampungan masyarakat bilang pada tentara - tentara itu mereka tidak  mengerti apa - apa dan tidak bisa baca tulis. Banyak masyarakat yang tidak bersalah di hukum mati karena di anggap komunis.

Rasus minta cuti karena ia harus mencari Srintil, kalau tidak diberikan izin ia rela dipecat. Dengan terpaksa komandan itu pun mengizinkan Rasus cuti karena melihat tekad Rasus yang kuat.

Rasus kembali ke Dukuh  Paruk dan mendapati kampung yang sepi, tidak ada kehidupan. Rasus lalu bertemu dengan Sakum, Sakum bilang ia ingat siapa Rasus dan siapa Srintil. Sakum berpesan pada Rasus agar segera mencari Srintil.

Rasus mencari informasi keberadaan Srintil, pemberi informasi itu minta dirahasiakan kalau ia yang telah memberikan informasinya. Orang itu bilang sebenarnya percuma mencari Srintil.

Rasus mencari keberadaan Srintil berbekal alamat yang didapatnya. Rasus menemukan alamatnya. Rasus berlari mengejar Srintil yang dibawa kereta, tapi Rasus dihalangi oleh para tentara.

PASAR DAWUAN 1975

Srintil menjadi penari ronggeng jalanan dan dibayar seikhlasnya, ditemani Sakum. Rasus mendatangi Srintil dan memberikan keris kecil yang biasa dipakai ronggeng. Srintil tidak berkata apa - apa dan meninggalkan Rasus. Rasus melihat Srintil dan Sakum yang pergi. (sepertinya Srintil jadi kurang waras akibat trauma dan pernah ditangkap karena dikira komunis. Hal ini juga dilihat dari dandanan Srintil yang tidak wajar).


Sinopsis Sang Penari

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Read This!!!