Monday, October 31, 2011

Sinopsis Real Steel ( Full )

Charlie Kenton merupakan seorang mantan petinju. Saat petinju – petinju manusia digantikan robot, Charlie pun pensiun dan beralih profesi sebagai promotor tinju robot kecil – kecilan. Charlie ini seoarang yang ceroboh dan sering kalah bertaruh dipertandingan yang menyebabkan ia banyak hutang. Charlie pun mengalami kekalahan telak saat robot terakhir yang ia miliki, Ambush kalah dalam pertandingan melawan banteng.

Charlie akan melarikan diri saat ada dua orang yang mengejarnya, Charlie mengira mereka adalah para penagih hutang. Diluar dugaan ternyata orang itu memberitahukan kalau mantan pacar Charlie sudah meninggal dan Charlie diminta datang ke pengadilan untuk memutuskan hak asuh atas Max Kenton, anaknya Charlie yang tidak pernah ia kenal sejak lahir.

Di pengadilan sudah ada Debra (bibinya Max) dan Marvin suaminya yang kaya raya. Debra sangat menginginkan hak asuh atas Max, lalu timbul niat jahat Charlie untuk mendapatkan uang dari suaminya Debra. Niat Charlie seperti tidak ada hambatan karena tanpa sepengetahuan Debra, Marvin menemui Charlie dan bilang kalau ia ingin membahagiakan Debra dengan mendapatkan hak asuh atas Max, tapi Marvin minta untuk sementara Max mengurus Charlie dulu karena ia dan Debra harus ke Italia. Marvin bilang Charlie tidak usah khawatir karena ia akan bilang pada Debra kalau Charlie ingin bersama Max dulu sebelum Debra mengambil hak asuh Max secara penuh. Harga yang disepakati 100,000$, dan Marvin memberikan Charlie 50,000$ dan setengahnya lagi akan ia berikan saat mengambil Max.

Bailey bilang kalau Charlie itu gila karena tidak punya uang tapi ingin membeli robot “Noishy Boy”, Charlie bilang sebentar lagi uangnya akan datang dan Marvin datang memberikan Charlie uang dan mengantarkan Max padanya. Marvin dan Debra pamit pergi ke Italia.

Max tahu kalau Marvin memberikan uang pada Charlie, Max kecewa karena merasa Charlie menjualnya. Charlie bilang ia tidak menjual melainkan uang itu akan dipakai untuk membiayai Max selama tinggal bersamanya. Max minta ½ dari uang pemberian Marvin dan bilang ia bisa mengurus dirinya sendiri dan tidak butuh Charlie. Bailey datang dan berkenalan dengan Max yang merupakan anak Charlie. Charlie memberikan uang 45,5000$ pada Bailey untuk membeli Noishy Boy. Dengan berat hati Max mengikuti Charlie.

Charlie sangat senang karena ia bisa membeli Noishy Boy, Max sangat terpesona dengan robot Noishy Boy yang ada di depannya. Noishy Boy ternyata punya kelebihan dapat mengenali sensor suara, Max yang berhasil mencobanya pakai bahasa Jepang, lalu Bailey merubah setingannya ke bahasa Inggris, lalu Charlie juga bisa mencobanya.

Charlie ingin menitipkan Max pada Bailey karena Charlie akan mengikutsertakan Noishy Boy pada pertandingan.  Max memaksa ikut Charlie akhirnya Charlie juga membawa Max. Max marah pada Charlie karena mempertaruhkan Noishy Boy demi nilai uang yang cukup tinggi. Prediksi Max ternyata benar Noishy Boy kalah ditangan robot Midas, Max sangat sedih karena di Jepang Noishy Boy adalah robot juara.

Charlie bilang pada Biley kalau Noishy Boy kalah dan ingin membuang robot yang rusak itu. Max marah pada Charlie dan bertanya apa Charlie selalu membuang hal yang sudah tidak berguna??? Max kesal karena selama ini Charlie tidak pernah menjadi ayah untuknya.

Charlie lalu membawa Max menyusup ke gudang robot – robot yang tidak terpakai, barangkali mereka menemukan sesuatu yang bisa untuk memperbaiki Noishy Boy. Tiba – tiba Max terjatuh ke tebing, beruntung Max tersangkut ditangan robot padahal dibawahnya ada aliran sungai yang sangat deras. Charlie lalu turun dan berhasil menyelamatkan Max. Max minta Charlie membantunya menggali robot yang tangannya telah menyelamatkannya, Charlie tidak mau dan bilang ia yang telah menyelamatkan Max. Charlie bilang robot itu sudah tidak berfungsi dan tidak berguna, kalau Max mau membawanya, Max harus membawanya sendiri.

Max berhasil menggali dan membawa robot itu ke atas dengan susah payah. Max lalu memukuli Charlie karena tidak mau membantunya.

Charlie lalu minta tolong Bailey untuk memeriksa robot yang di bawa Max. Robot itu ternyata masih hidup dan bisa mengikuti gerakan manusia. Charlie bilang akan mengikutsertakan robot itu dalam pertandingan. Max tidak mau mempertaruhkan robotnya karena trauma kasu Noishy Boy. Max bilang pada Charlie kalau robot itu miliknya bukan milik Charlie.

Max bertanya pada Bailey, Charlie itu seperti apa? Bailey bilang kalau Charlie adalah seorang petinju yang handal sebelum robot – robot menggantikan manusia di ring tinju, meskipun Charlie belum pernah juara tapi ia penuh semangat. Max bahkan melihat kliping Charlie di Koran yang diberikan Bailey, diam – diam Max mulai bangga pada ayahnya.

Max melihat nama robot yang ditemukannya itu Atom, Max memberitahukannya pada Bailey dan Charlie. Max selalu melatih Atom, Max juga menggunakan sensor yang dipakai Noishy Boy supaya Atom bisa peka dengan perintah suara. Max minta Charlie mengikutsertakan Atom dalam pertandingan.

Charlie lalu mengajak Max menemui temannya, di tempat itu Max melihat Zeus robot juara WRB ( World Robot Boxing ) yang dikendalikan oleh Tak Mashido dan disponsori oleh Farra Lemkova. Max tidak percaya bisa melihat Zeus dari dekat. Dari temannya, Charlie tahu kalau ada pertandingan kecil di Shafeer Zoo yang bisa diikuti oleh robot pemula seperti Atom.

Pertarungan Atom di Shafeer Zoo mendapatkan kemenangan dan dari sanalah kemenangan  demi kemenangan diraih Atom, seketika Atom menjadi terkenal dan kekuatannya menjadi perbincangan di mana – mana. Kemenangan beruntun yang diraih Atom membawanya ke pertandingan WRB ( World Robot Boxing ) di Virgin America Spectrum, di mana pertarungan itu bukan pertandingan kelas bawah yang biasa di ikuti oleh Charlie sebelumnya.

Dalam mempersiapkan pertandingan di WRB, Max minta Charlie melatih Atom tinju. Charlie menyanggupinya asal Max mengajari Charlie berdansa seperti yang selalu dilakukannya dengan Atom. Atom menjadi robot yang kuat, dengan sensor suara dan bisa mengikuti gerakan.

Hari pertandingan semi final WRB tiba dan lawan Atom adalah Twin Cities. Sebelum pertandingan di mulai, Farra Lemkova meminta Charlie menjual Atom dengan harga 200,000$ padanya, Charlie mengiyakan tapi Max tidak. Charlie bilang WRB bukan ajang pertandingan biasa dan robot – robotnya sangat kuat dan bisa melukai Atom. Max bilang akan bertarung sampai akhir meskipun Atom harus kalah, bukankah Charlie juga sudah biasa dengan kekalahan. Farra Lemkova bilang tawarannya untuk membeli Atom berlaku sampai pertandingan di mulai tapi Max menegaskan kalau ia tidak akan pernah menjual Atom.

Dalam pertandingan WRB ternyata Atom berhasil mengalahkan Twin Cities. Seketika semua media langsung meliput berita tentang kemenangan mereka. Atom, Charlie dan Max menjadi terkenal dan Bailey pun sangat senang. Atom masuk final untuk melawan Zeus dan akan membuktikan siapa real steel yang sesungguhnya.

Charlie dihadang oleh Ricky musuh bebuyutannya dalam pertandingan – pertandingan robot. Ricky dan anak buahnya membawa semua uang Cahrlie dan memukulinya, Max juga kena pukul karena melawan dan ingin menolong Charlie. Ricky menghina Charlie dan Max bilang jangan menghinanya “karena dia ayahku”. Charlie pingsan dan Ricky meninggalkannya. Max memberikan jaketnya untuk Charlie. Saat Charlie sadar ia melihat dirinya yang tidur memakai jaket Max dan melihat Max yang tertidur pulas. Charlie merasa kasihan pada Max karena terlibat dalam hidup keras seperti dirinya.

Marvin memberikan sisa uangnya pada Charlie tapi Charlie tidak menerimanya. Debra menjemput Max, Max marah pada Charlie karena ia ingin bersama Charlie dan melanjutkan pertandingannya. Charlie bilang pada Max, Max akan hidup layak jika tinggal dengan Debra karena Debra punya segalanya. Dengan berat hati Max mengikuti Debra dan minta Charlie untuk mengerti dirinya.

Bailey melihat Charlie yang murung, Bailey bilang Max pasti sangat menginginkan pertandingannya. Charlie berpikir dan ia memutuskan akan menjemput Max.

Charlie datang dan minta maaf pada Max karena telah mengecewakannya. Charlie bilang ia ingin menebus kesalahannya dengan mengajak Max melanjutkan pertandingan Atom di WRB. Debra mengizinkan tapi hanya satu malam Charlie boleh membawa Max, Max sangat senang.
Final WRB tiba anatara Zeus dengan Atom, keduanya merupakan robot yang kuat dan tidak terkalahkan. Pertandingan itu ada 5 ronde, meskipun Atom terlihat sangat kuat di pertandingan tapi tetep skor nilai yang banyak didapatkan oleh Zeus. Padahal Zeus hampir mati kalau tidak diselamatkan oleh bel tanda pertandingan berakhir. Meskipun Atom hanya juara 2 tapi Atom mendapatkan julukan “juara rakyat”. Saat pertandingan final ini, Bailey, Marvin dan Debra juga ikut menyaksikan secara langsung.


Sinopsis DEWA Episode 31 Oktober 2011 – Senin

Sakti bertanya apa benar dini sudah sembuh dan hanya pura – pura lumpuh. Ruslan bilang pada Dini jangan pura – pura lagi dan tunjukan ke Sakti kalau ia sudah bisa jalan. Sakti bertanya lagi apa yang dikatakan Ruslan itu benar? Dini merasa terpojok. Dewa minta Ruslan jangan mendesak Dini seperti itu karena kasihan. Ruslan minta Dewa diam dan tidak ikut campur.

Ruslan menyuruh Dini segera pergi dari rumahnya. Dini berdiri dan mengiyakan. Dini bilang pada Gita ia akan pergi dari rumah Ruslan tapi ia tidak akan tinggal diam.

Sakti mengejar Dini dan bilang ia ingin menemani Dini. Dini menyuruh Sakti pergi dan agar tinggal bersama keluarga barunya. Dini terjatuh dan Sakti menolongnya. Bonar lewat dan Dini minta Bonar membawanya pergi. Sakti ingin ikut tapi Dini minta tolong agar Bonar jangan membiarkan Sakti ikut.

Ryan bilang pada Dewa sebenarnya ia sudah tahu dimana Diandra, karena ia dan vino menemukan Diandra tapi Diandra minta agar orang – orang jangan ada yang tahu keberadaannya. Ryan bilang ia akan mengantarkan Dewa pada Diandra.

Diandra merasa sedih karena telah membatalkan pernikahannya dengan Tama, tapi Diandra merasa itu demi kebaikan Tama. Dewa datang dan memeluk Diandra, Ryan minta maaf pada Diandra karena telah memberitahu Dewa. Dewa bilang pada Diandra, ia boleh cerita apapun padanya.

Bonar bertanya sebenarnya apa yang terjadi dengan Dini? Bonar tahu dari Dini kalau Ruslan mengusirnya. Bonar merasa kesal kepada Ruslan, karena telah mengusir Dini yang menyebabkan Dini terluka.

Tama datang dan Bonar memperkenalkan Dini sebagai ibunya Sakti. Bonar bilang pada Tama kalau Dini sekarang akan tinggal bersama mereka karena Dini sudah tidak tinggal di rumah Ruslan lagi.

Tama bertanya pada Bonar kenapa sangat perhatian pada Dini? Tama bilang kenapa bukan Wiwi yang tinggal bersama mereka, karena sejak Wiwi keluar dari rumah Yola, Wiwi tidak punya tempat tinggal. Bonar bilang karena Dini adalah perempuan yang sangat dicintainya sejak dulu, sedangkan dirinya dan Wiwi hanyalah kesalahan bukan cinta.

Wiwi bilang pada Tama kalau perempuan yang dicintai Bonar adalah Dini dan Bonar memang tidak pernah mencinta Wiwi, meskipun Wiwi dan Bonar sudah memiliki Tama. Wiwi juga bilang kalau dulu ia dan Dini sahabatan, jadi Wiwi tidak enak kalau Dini tahu apa yang telah terjadi antara Wiwi dan Bonar. Wiwi minta Tama mengerti.

Sinopsis ANUGERAH Episode 30 Agustus 2011 – Minggu

Ada perempuan yang mendatangi Fandy tapi memanggil Fandy dengan sebutan Kevin. Fandy bertanya siapa Kevin? Perempuan itu bilang Kevin adalah orang yang telah mendonorkan matanya untuk Fandy. Perempuan itu memperkenalkan diri sebagai Calista, pacar Kevin. Calista bilang ini pertama kalinya ia keluar dari Amerika karena ia merasa tidak bisa jauh dari makamnya Kevin.


Calista bilang ia sadar kalau hidupnya masih harus berjalan makanya ia mencari Fandy ke Indonesia, karena Fandy memiliki mata Kevin, satu – satunya yang tertinggal dari Kevin yang masih bisa ia lihat. Calista minta izin untuk mencium mata Fandy, karena ia sangat merindukan Kevin. Calista hampir mencium mata Fandy tapi Fandy menolak. Calista minta maaf karena bertindak bodoh akibat kerinduannya pada Kevin yang telah tiada. Fandy bilang Calista tidak usah minta maaf karena ia mengerti rasanya kerinduan pada orang yang dicintai.

Calista bilang pasti orang yang dicintai Fandy adalah orang yang ada dilukisannya. Fandy mengiyakan dan bilang ia adalah Nabila, istrinya. Calista merasa tidak enak dan ingin minta maaf pada Nabila. Fandy bilang Nabila sudah meninggal, tapi Fandy bilang ia merasakan Nabila masih ada disekitarnya tapi sampai sekarang ia belum bisa menemukan Nabila.


Bima melihat Clara yang sedang bermain bersama Nugie dan Ade dan Bima membayangkan kalau yang sedang bermain sama Nugie dan Ade itu adalah Wulan. Hera bilang pada Bima, kalau Clara bisa dekat dengan Nugie karena ia ibu kandungnya. Clara merasa bisa segera membujuk Nugie untuk menikahinya. Bima bilang pada Clara kalau makin hari Clara makin dekat dengan anak – anak. Bima juga bilang kalau tadi ia sempat membayangkan Clara adalah Wulan. Clara merasa kesal tapi ia hanya tersenyum di hadapan Bima. Setelah kepergian Bima, Hera bilang pada Clara kalau rencana mereka hampir berhasil, Clara bisa segera menikah dengan Bima.


Sugih datang melihat Bima yang sedang menunggu Wulan. Reza dan Nabila memperhatikan mereka. Bima bilang pada Sugih kalau ia melihat Clara sangat dekat dengan anak – anak, Sugih merasa Clara telah mengambil hati anak – anak. Sugih bilang pasti Wulan akan sangat sedih kalau tahu Clara dekat dengan anak – anak, Bima mengiyakan karena Wulan tidak pernah suka Clara, tapi Bima bilang ia tidak bisa menolak kalau Nugie yang meminta ia menikahi Clara.


Reza bilang pada Nabila kalau sekarang kuncinya adalah ada pada Nugie. Nabila bilang sejak Wulan koma, Clara bisa mendekati Nugie karena mengira Nabilalah yang telah mencelakai Wulan. Reza minta maaf karena semua itu akibat Clara adiknya, Nabila bilang Reza tidak usah minta maaf karena Reza bukan Clara.


Mawar menampar Clara, tapi Clara bilang ia tidak akan balas menampar Wulan. Clara bilang pada Mawar kalau sekarang ia akan segera menikah dengan Bima karena Wulan sedang koma dan sebentar lagi pasti akan mati, Clara juga bilang kalau sekarang ia sudah dekat dengan anak – anak, jadi memperlancar pernikahannya dengan Bima. Mawar hanya tertawa saat Clara bilang itu adalah kekalahan Mawar.

Sinopsis Putri Yang Ditukar Episode 30 Oktober 2011 – Minggu

Rangga menolong Meisya yang diganggu preman – preman itu. Preman – preman itu memukuli Rangga, preman – preman itu pergi setelah melihat Rangga yang pingsan. Mesiya menangis melihat Rangga yang terluka dan pingsan.

Zahira menggendong Samudra dan tiba – tiba Zahira merasakan sakit di pinggangnya. Arman mengajak Zahira ke rumah sakit, Zahira tidak mau. Arman bilang Zahira berobat itu bukan untuk dirinya saja, tapi untuk Samudra dan Arza. Zahira akhirnya mau diajak ke dokter.

Meisya membawa Rangga ke rumah sakit dan minta dokter menyelamatkan Rangga. Sari datang dan Tanya Meisya ada apa dengan Rangga. Meisya bilang Rangga dikeroyok preman, Sari tahu kalau Meisya yang menyuruh preman – preman itu, Sari bilang awalnya ia akan mencegah niat Meisya tapi Meisya keburu pergi. Meisya mengiyakan tapi ia tidak tahu kalau kejadian akan beneran seperti itu. Sari bilang kalau terjadi apa – apa terhadap Rangga ia tidak akan memaafkan Meisya.

Dokter bilang pada Sari dan Meisya kalau Rangga mengalami patah tulang di tangan dan kaki. Sari sangat khawatir melihat kondisi Rangga, Meisya minta maaf. Sari menyuruh Meisya pergi karena Rangga menjadi celaka akibat ulah Meisya. Meisya sangat sedih.

Sultan akan menyebrang, tapi ia harus tetap berpura – pura buta, karena Prabu sudah mulai curiga. Sultan berpikir meskipun tidak di hadapan Prabu ia tetap harus berpura – pura buta. Malena mendatangi Sultan dan membantunya menyebrang. Wisnu yang melihatnya sangat kesal. Wisnu lalu mengambil kayu dan akan memukulkannya pada Sultan, tapi Sultan berhasil menghindar. Wisnu bilang pada Malena kalau Sultan tidak buta, dia hanya pura – pura buktinya bisa menghindar. Malena tidak percaya. Wisnu lalu memalangkan kayu dan Sultanpun terjatuh. Malena membantu Sultan berdiri dan akan mengantarkan Sultan. Wisnu cemburu melihatnya.

Dokter menangani Aini yang sakit. Amira merasa gagal menjadi orang tua untuk Aini dan Samudra, Rizky mengajak Amira berdoa supaya Aini cepat sembuh. Rizky memberi semangat pada Amira dan masalah ia menitipkan Samudra pada Zahira itu hanya karena keadaan. Rizky mengajak Amira berdoa dan harus yakin kalau mereka bisa kumpul lagi berempat, bersama Samudra dan Aini.

Sunday, October 30, 2011

Sinopsis Spy Kids 4 : All The Time In The World

Marissa, (Jessica Alba) mencoba untuk melawan penjahat bernama Tick Tock (Jeremy Piven), ketika dia pergi kerja dengan seoarang bayi perempuan bernama Maria dan berhasil mengalahkannya dan mengirimnya ke penjara. Marissa memutuskan untuk pension karena tidak mau menempatkan anak tirinya dan anak yang baru lahirnya itu dalam bahaya karena statusnya sebagai agen mata - mata.

Film ini kemudian berkisah tentang sepasang kembar yang bernama Rebecca dan Cecil Wilson (Rowan Blanchard dan Mason Cook) yang selalu bertaruh dan saling bersaing satu sama lain. Rebecca tidak menghormati ibu tirinya (Marissa) karena berpikir Marissa tidak bisa menggantikan ibu mereka yang telah meninggal dan Wilbur Wilson ( Joel McHale) ayahnya, hanya memilik sedikit waktu untuk menghabiskan waktu dengan mereka karena harus pergi bekerja.

Ketika bumu terancam oleh sebuah organisasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin “hyperion mastermind” yang dikenal sebagai “the timekeeper”, Marissa dihubungi dan dipanggil kembali untuk beraksi oleh OSS dan harus membawa bayinya (Maria). Marissa meninggalkan kalung safir merah (kunci untuk rencana the timekeeper’s) pada Rebecca. Ketika pasukan the timekeeper mencoba masuk ke rumah mereka, Rebecca dan Cecil melarikan diri dan pergi ke Panic Room.

Sebuah video menampilkan Marissa, mengatakan pada anak – anak bahwa dia adalah mata – mata. Mereka tidak percaya sampai Argonaut, anjing mereka bicara. Argonaut adalah robot anjing dan mereka melarikan diri menggunakan roket dan pergi ke OSS tetapi mereka dikejar – kejar oleh pasukan the timekeeper. Carmen Cortez (Alexa Vega) membantu mereka dengan membiarkan mereka memiliki gadget sebagai souvenir dan menyuruh mereka menunggu di kamar, tetapi mereka melarikan diri dan mendatangkan malapetaka di sekitar OSS. Mereka kemudian pergi ke toko jam untuk membuka kode the timekeeper yang tersembunyi dan Tick Tock juga menginginkannya, tetapi Marissa dan Carmen membantu mereka dengan mengaktifkan gadget mereka dan mereka semua melarikan diri. Wilbur dipecat setelah menghancurkan bukti bahwa Marissa adalah mata – mata. Wilbur marah pada Marissa karena dia tidak pernah mengatakan kalau dia adalah mata – mata.

OSS membawa kembali Juni Cortez (Daryl Sabara) karena ia adalah agen mereka yang terbaik. OSS juga membawa Rebecca dan Cecil tinggal kembali di OSS agar mereka tidak menyebabkan masalah. Tetapi ketika direktur OSS, Danger D’Amo muncul dan Rebecca memberitahukan arlojinya seperti mengacak the timekeeper dan Cecil mengeja huruf – hurufnya dan mengatakan Armageddon, mereka lalu terkunci di dalam. Mereka melarikan diri dengan menggunakan Argonaut untuk menyerang dan menghancurkan pintu. Para agen OSS semua membeku, kecuali Juni karena dia tidak memiliki lencana karena Carmen membuangnya. Juni menggunakan jamnya untuk terhubung dengan Rebecca dan Cecil untuk mendapatkan kalung safir biru ( kunci the timekeeper) itu kembali dan dia mengembalikan semua agen supaya tidak beku.

Sinopsis DEWA Episode 30 Oktober 2011 – Minggu

Bonar minta Tama menghubungi Diandra karena akad akan segera di mulai. HP Diandra tidak aktif dan Tama akhirnya menghubungi Dewa, Dewa bilang ia tidak tahu keberadaan Diandra. Dewa bilang pada Ruslan dan Gita kalau Diandra tidak ada di kamarnya. Dewa khwatir karena HP Diandra tidak aktif.

Bonar bertanya pada Ruslan sebenarnya apa yang terjadi? Tiba – tiba Diandra muncul. Bonar sangat senang karena akhirnya Diandra datang juga. Diandra bilang ia ingin bicara dengan Tama, tapi Gita bilang bicaranya nanti saja karena akad akan segera di mulai. Diandra bilang ia harus bicara sekarang, akhirnya Tama mengiyakan.

Diandra bilang apa Tama masih mau menerima Diandra, kalau Diandra bukan perempuan seperti yang Tama kira. Tama bilang ia akan menikahi Diandra apapun yang terjadi pada Diandra. Diandra bertanya apa Tama akan menjauh dan menyesal jika Diandra tidak pantas untuk Tama. Tama bilang ia justru akan menyesal kalau tidak menikah dengan Diandra, walaupun Diandra orang yang hina sekalipun ia akan menerima Diandra. Tama minta Diandra jangan ragu dan minta Diandra menikah dengannya. Diandra menangis mendengar kata – kata Tama.

Bejo dan Yola datang ke pernikahan Tama dan Diandra secara terpisah. Yola menemui Bonar, Bonar menuduh Yola yang datang pasti hanya untuk mengacaukan pernikahan. Yola bilang ia datang hanya untuk memberi selamat pada Diandra. Tiba – tiba Diandra mual – mual, Diandra bilang ia suka mual kalau mencium bau parfum. Dewa curiga Yola sedang hamil, Yola mengelak. Bonar marah pada Yola dan memperingatkan kalau Yola hamil oleh Yudha, ia tidak akan mengakui bayi Yola sekalipun Yudha masih hidup, ia tidak akan mengakui Yudha sebagai anak karena telah menghamili Yola. Yola pergi.

Yudha mendengar kata  kata Bonar dan sangat sedih, ia yakin Bonar telah terhasut oleh Tama. Yudha merasa akan percuma kalau ia mengaku masih hidup, karena kehamilan Yola pasti akan membuat Bonar marah. Yudha takut Bonar tidak mengakuinya sebagai anak.

Tama dan Diandra akan menikah. Yudha yang melihatnya sangat kesal, tapi tidak bisa menghalangi pernikahan itu karena kemunculannya pasti akan bermasalah. Yudha merasa Bonar akan membela Tama karena Yola telah hamil.

Diandra sempat tidak mau tapi Tama membujuknya. Tama minta penghulu melanjutkan pernikahannya, tapi tiba – tiba Diandra bangkit dan bilang tidak mau menikah dengan Tama. Diandra teringat peristiwa pemerkosaan itu yang membuatnya merasa tidak pantas untuk Tama. Yudha melihat semuanya.

Sinopsis ANUGERAH Episode 29 Oktober 2011 – Sabtu

Wulan ingin mengatakan pada Bima kalau Claralah yang telah mencelakainya, tapi Wulan masih lemah dan tidak bisa berkata apa – apa. Clara minta Bima jangan memaksa Wulan bicara. Dokter menyuruh semuanya keluar agar Wulan tidak tegang, Bima tidak mau. Wulan memegang tangan Clara, Hera dan semuanya kaget apa maksud Wulan memegang tangan Clara.

Hera berharap perawat itu segera menyuntikan cairan yang akan membunuh Wulan. Sandra datang dan mencegah perawat itu mensuntikkan cairan itu, Sandra sadar kemunculannya akan membuat semuanya salah paham. Bima menyuruh Sandra keluar dan Hera bilang pasti Sandra datang untuk membunuh Wulan. Wulan sadar dengan kehadiran Sandra dan Wulan kembali kritis. Dokter segera menangani Wulan.

Bima bertanya kenapa Sandra selalu ingin menyakiti Wulan. Sandra bilang justru ia ingin menyelamatkan Wulan karena perawat yang akan menyuntikan cairan pada Wulan yang disuruh Hera. Hera bilang ia tidak tahu tentang suntikan itu, Clara bilang mana mungkin Hera mau mencelakai Wulan yang merupakan menantunya sendiri. Sandra bilang pada Bima agar mencari perawat palsu itu. Hera akan ikut mencari perawat palsu itu tapi Sugih melarangnya.

Sandra mengejar perawat dan mendapatkan suntikan itu dan memberikannya pada Bima. Perawat itu bilang hanya vitamin biasa, tapi Sandra bilang kenapa Wulan langsung drop. Clara mengambil suntikan itu dan Sandra minta mengembalikannya. Clara bilang Sandra pasti akan menuduh Clara padahal Sandra sendiri yang ingin membunuh Wulan. Tanpa disadari Bima dan Sandra, Clara menukar suntikan itu.

Clara memberikan suntikan yang telah ditukarnya pada Bima. Bima minta tolong Arya untuk mengecek isi yang ada di dalam suntikan itu. Clara bilang ia tidak takut, Sandra yakin isi suntikan itu pasti akan membuktikan Clara bersalah.

Hera mendekati Fandy agar Fandy membantunya memojokan Sandra, kalau Sandra memojokannya tentang suntikan racun untuk Wulan. Hera bilang pada Fandy kalau Sandralah yang telah membuat Wulan kritis.

Arya bilang suntikan itu berisi vitamin yang cocok untuk Wulan. Perawat itu pergi karena terbukti tidak salah. Sandra minta Arya memeriksanya dengan benar, Arya bilang ia sudah mengeceknya dengan teliti. Nabila heran melihat cairan suntikan itu yang berwarna biru dan bilang pada semuanya pasti Clara telah menukarnya, karena suntikan itu seharusnya berisi cairan biru. Clara bilang ia tidak mengerti maksud Sandra dan Bima minta Sandra jangan menuduh Clara sembarangan.

Sandra bertanya dimana suntikan itu??? Clara bilang ia tidak tahu. Sandra langsung mengambil tas Clara, Clara tidak mau Sandra mengambil tasnya. Sandra bilang kalau Clara tidak menukar suntikan itu ia tidak perlu takut tasnya diperiksa.

Sinopsis DEWA Episode 29 Oktober 2011 – Sabtu

Dini bilang pada Sakti kalau Dewa bukan anak perempuan yang selama ini ia cari. Sakti tetap berniat mencari tahu kebenaran tentang apa ia dan Dewa bersaudara.

Tama dan Bonar memuji Diandra yang tampil cantik dengan memakai gaun pengantin. Diandra lalu melihat bayangannya dicermin. Diandra ingat peristiwa pemerkosaan itu, Diandra merasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk Tama. Diandra menangis, marah dan memecahkan bunga yang ada di sana.

Diandra lalu menemui Bonar dan Tama dengan bilang kalau gaun itu tidak pantas untuknya. Pegawai butik itu menwarkan gaun yang lain, tapi Diandra marah dan bilang tidak ada gaun yang pantas untuknya. Diandra pergi meninggalkan Tama dan Bonar, tetapi Tama mengejar Diandra.

Tama bilang kenapa Diandra selalu menangis kalau misal ada masalah sebaiknya dibicarakan. Diandra minta pernikahannya batal, tapi Tama tidak mau.

Lasmi menghalangi Tama masuk karena disuruh Diandra. Dewa datang dan Lasmi bilang Tama tidak boleh masuk oleh Diandra. Dewa akhirnya tahu kalau Diandra minta Tama membatalkan pernikahannya. Tama bilang kalau sikap Diandra jadi berubah dan aneh. Dewa bilang pada Tama ia akan berbicara dengan Diandra.

Diandra merasa keputusannya untuk membatalkan pernikahan dengan Tama sudah tepat. Diandra merasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk Tama. Dewa masuk dan menanyakan alasa pembatalan pernikahan Diandra, Diandra hanya menangis. Dewa bilang apapun yang terjadi ia akan mendukung Diandra.

Dewa bilang pada Sakti kalau Diandra tiba – tiba membatalkan pernikahannya dengan Tama. Dewa minta kalau Sakti tahu tentang sesuatu, Sakti harus memberi tahunya karena ia sangat khawatir pada Diandra. Sakti bilang pada Dewa, Sakti dan Dewa ada kemungkinan satu ibu. Dewa minta Sakti jangan mengada – ada dan mengira Sakti bilang begitu supaya bisa temenan lagi dengan Dewa. Sakti bilang ia mendengar sendiri percakapan Dini dan Edy, tapi ketika mengkonfirmasinya, Edy langsung membantah malah dihadapan Dini dengan bilang sengaja mengatakan Dewa dan Sakti adik kakak supaya suasana semakin kacau.

Dewa langsung ingat kalau ia pernah mendonorkan darah untuk Sakti, berarti golongan darahnya sama. Sakti dan Dewa langsung pergi ke rumah sakit untuk mengecek darah mereka apa sama atau tidak. Dewa dan Sakti berharap mereka bukan kakak adik, karena mereka saling suka meskipun tanpa saling mengetahui.

Sinopsis Putri Yang Ditukar Episode 29 Oktober 2011 – Sabtu

Vely bersitegang dengan orang yang hampir bertabarakn mobil dengannya di jalan. Orang itu marah pada Vely, tapi Vely bilang orang itu yang salah.

Aini bertanya pada dokter apa ia bisa sembuh? Dokter bilang penyakit Aini memang susah disembuhkan, tapi Aini harus tetap berusaha dan semangat untuk sembuh. Aini bilang ia tidak mau minum obat, dokter bilang Aini harus punya semangat untuk sembuh. Aini bilang kalau ia tidak sembuh berarti ia akan ke surga karena surga itu tempat yang indah. Aini bilang kalau ia ke surga berarti Amira dan Rizky ada waktu untuk mengurus Samudra, tidak seperti sekarang. Aini berterimakasih karena dokter mau merawatnya meskipun orang tuanya tidak ada. Amira dan Rizky yang mendengarkan pembicaraan Aini dengan dokter sangat sedih.

Amira menanyakan akte kelahiran Samudra pada Rizky, Rizky bilang akte kelahiran Samudra belum jadi dan masih atas nama Zahira dan Arman. Amira bilang justru yang itu yang ia cari. Rizky memberikan akte itu pada Amira dan Rizky heran akte itu buat apa.

Amira minta Surti memberikan Samudra yang sedang digendongnya. Amira bilang pada Rizky ia harus berbicara tentang Samudra meskipun ia tahu kelewat batas tapi ia harap Rizky dapat menerimanya. Amira menangis dan Rizky tidak tahu apa yang mau dikatakan Amira.

Rangga menghubungi Meisya dan Meisya bilang ia sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi akan sampai.

Meisya sudah sampai lokasi tapi ia heran tidak melihat anak buah yang disuruhnya. Sementara itu ada tiga preman yang mendatangi Meisya. Preman itu yakin Meisya adalah orang yang disuruh ditangkap karena cantik dan mobilnya silver seperti yang dikatakan boss-nya. Meisya sendiri menganggap preman itu adalah orang suruhannya, meskipun wajah mereka tidak ada yang dikenali, bisa saja anak buahnya menyuruh orang lain. (preman – preman itu seharusnya menangkap Vely).

Meisya heran karena preman – preman itu diam saja, Meisya menyuruh preman – preman melakukan tugasnya supaya Rangga datang menolong. Preman – preman itu langsung menangkap Meisya dan Meisya teriak minta tolong. Rangga mendengar teriakan Meisya dan melihatnya, Rangga berpikir apa yang dikataka Sari memang benar kalau Meisya masih saja mau mengerjai Rangga. Awalnya Rangga ingin jujur pada Meisya tapi melihat Meisya yang seperti itu Rangga mengurungkan niatnya dan ingin Meisya kapok atas perbuatannya.

Saturday, October 29, 2011

Sinopsis Girl With Nine Wigs

Kisah Penderita Kanker Dengan 9 Rambut Palsunya

Sophie, dua puluh satu tahun, divonis mengidap penyakit kanker paru - paru stadium 4. Saat rambutnya mulai rontok akibat kemoterapi, Sophie seakan bukan wanita seutuhnya lagi. Maka ia membeli wig secara gila - gilaan. Sebuah gagasan yang perlahan - lahan mmberinya kekuatan yang tak terduga. Ia bertekad untuk berjuang mengalahkan kankernya.

Ada 9 wig untuk sembilan kepribadiaan. Sophie bergantian menjadi Stella, Daisy, Suke, Blondie, Platine, Ana, Pam, Lydia dan Bebe. Sembilan identitas yang menolongnya untuk tabah, menjadi diri sendiri dan bertahan. Sembilan nyawa dalam satu kehidupan yang menghitung hari menuju akhir.

Jujur, menggelitik dan menyentuh. Girl With Nine Wigs menuturkan perjuangan luar biasa seorang wanita muda melawan kanker, rasa takut menghadapi maut, keengganan untuk menyerah dan cinta sepenuh hati.

Sumber: back cover a novel by Sophie Van Der Stap

Sinopsis The Debutante Divorcee - Janda - Janda Gres

Sebagai wanita yang baru menikah, Sylvie Mortimer justru terjebak dalam kelompok pergaulan janda - janda gres, sosialita, cantik, mempesona, ramping dan baru kembali melajang.

Para wanita bercerai tersebut menikmati masa lajang mereka. Bahkan Lauren Blount,wanita paling glamor dalam grup itu, berniat menyelesaikan Tantangan Bermesraan: berkencan dengan lima pria berturut - turut.

Sementara itu, Sylvie mencemaskan rumah tangga barunya. Suaminya, Hunter,semakin sering bepergian sejak mereka menikah. Kehadiran Sophie si Pemburu Suami menambah kecemasan Sylvie dan membuatnya bertanya - tanya: Benarkah hidup melajang lebih membahagiakan?haruskah ia bercerai agar bisa bersenang - senang kembali seperti teman - temannya?

Sumber: back cover a novel by Plum Sykes

Sinopsis The Rug Merchant - Pedagang Permadani

“Ketika kesepian begitu mendera, cinta adalah satu - satunya penawar.”

Ushman hanya memiliki satu impian: membawa Farak, istrinya, pergi meninggalkan Tabriz, kampung halaman mereka. Ia bahkan telah menyiapkan segalanya: rumah, kehidupan yang jauh lebih baik dan berbagai kejutan. Harapan itu membuat terus bertahan ditengah kesepian dan kesendirian di New York. Akan tetapi, Farak justru meninggalkannya. Seketika semua impian Ushman hancur berantakan.

Di tengah harapan yang semakin meranggas, Ushman bertemu dengan Stella, seorang gadis Amerika. Cinta pun hadir di antara mereka. Apa sulitnya mencintai Stella? Ia cantik, cerdas dan menarik. Hidup Ushman yang selalu diwarnai kemuraman mulai mencerah. Namun, benarkah demikian? Mampukah Ushman melupakan semua kenangannya akan Farak? Mampukah cinta mereka mengatasi perbedaan ras, agama, dan budaya?

The Rug Merchant, sebuah novel yang tak sekedar mengajak kita menyelami kesepian dan ksedihan dalam diri manusia. Lebih dari itu, kita akan menemukan bahwa selalu ada kegembiraan di dalam dunia yang penuh tragedi.

Sumber: back cover a novel by Meg Mullins

Sinopsis ANUGERAH Episode 28 Oktober 2011 – Jumat

Bima akan membawa Sandra dan membawa suntikan yang dipegang Sandra sebagai bukti kalau Sandra ingin membunuh Wulan. Bima minta Clara dan Hera menjaga Wulan, Sandra minta Sugih jangan membiarkan Clara dan Hera berduaan menjaga Wulan karena sangat berbahaya. Alexa ingin menolong Sandra yang di bawa Bima.

Herman mendapat kabar kalau Sandra di bawa ke kantor polisi oleh Bima karena tertangkap basah ingin mencelakai wulan.

Lisa menunggu Bima karena ingin mendapatkan uang atas informasi yang telah diberikannya. Lisa melihat Bima masuk mobil dan Lisa mengejarnya, tapi Bima tidak sadar. Lisa sangat kesal karena ia tidak mendapatkan uang dan Bima berlalu pergi saja.

Dewa menampar Lisa karena Lisa yang melaporkan Sandra pada Bima, sehingga Bima memergoki Sandra di ruangan Wulan. Lisa mengiyakan dan merasa aneh Karena Dewa tidak biasanya bersikap kasar. Herman merasa takut kalau Lisan curiga kalau ia adalah Herman. Lisa merasa kalau Dewa adalah Herman yang menyamar sebagai Dewa. Lisa berniat akan mencari tahu karena pasti akan mendapatkan uang yang sangat banyak.

Bima bilang pada polisi kalau Sandra sudah berulang kali ingin mencelakai keluarganya. Sania membenarkan kalau Sandra adalah orang yang sangat menginginkan kematian dari Wulan dan keluarga Hartono. Rino juga bilang pada polisi kalau Sandra adalah anak buah Alexa yang buron sampai sekarang kabur. Bima juga memberikan barang bukti alat suntik untuk membunuh Wulan, yang pasti ada sidik jari Sandra. Sandra merasa bodoh karena memegang alat suntik itu dan pasti sidik jarinya ada di alat suntik itu, Sandra merasa dengan memegang alat suntik itu menjadi boomerang bagi dirinya. Polisi bilang kalau terbukti sidik jari itu ada di alat suntik, Sandra bisa terbukti bersalah. Fandy bilang kalau Sandra suka mabuk – mabukan dan suka memecahkan barang – barangnya sendiri kalau sedang marah.

Rino bilang Sandra dipenjara sementara selama proses penyidikan. Arif bilang meskipun Sandra bukan Nabila tapi hatinya sangat sedih ketika mendengar Sandra dipenjara. Fandy bilang Sandra pantas dihukum karena telah mencelakai Wulan dan jahat pada keluarga Hartono.

Nabila di dalam penjara berdoa agar kebenaran terungkap. Fandy datang ke penjara dan melihat Sandra. Fandy merasa meskipun Sandra bukan Nabila, tapi hatinya selalu ingin dekat dengan Sandra. Nabila melihat Fandy yang datang. Nabila berharap Fandy selalu ada di dekatnya karena ia sangat butuh Fandy, andai Fandy tahu yang sebenarnya pasti ia akan mendukung Nabila.

Bima bilang ini hari penentuan tes sidik jari Sandra. Hera dan Clara kesal karena Sugih terus menunggui Wulan. Clara bilang pada Hera ia akan membunuh Wulan tanpa mengotori tangannya sendiri. Clara minta tolong perawat agar memberikan suntikan pada Clara, Clara minta pada perawat itu agar jangan ada seorangpun yang tahu. Hera benar – benar memuji Clara, Clara bilang sebentar lagi Wulan akan mati dan Sandra akan menjadi tertuduh karena sidik jari Sandra ada di suntikan itu. Clara pamit pada Hera akan melihat Sandra sebelum Sandra di penjara seumur hidup.

Sandra berdoa supaya ada keajaiban yang menunjukan kalau sidik jarinya tidak ada disuntikan itu, tapi Sandra bilang itu mustahil. Clara datang dan bilang keajaiban itu tidak akan ada dan bilang Sandra akan dipenjara seumur hidup. Sandra bilang ia sudah menduga kalau Clara yang ada dibalik semua ini dan mengatakan pada Clara seharusnya Clara yang ada di penjara. Clara marah dan mendorong Sandra, teman satu sel Sandra marah pada Clara.

Clara bilang pada Bima yang baru datang ia hanya menjenguk Sandra di penjara tapi tiba – tiba Sandra marah. Bima marah pada Sandra karena meskipun dipenjara Sandra masih saja berulah. Polisi datang dan bilang hasil tes sidik jari akan dibacakan.

Sandra berdoa dan menyerahkan semuanya pada Tuhan, dan meminta apapun yang terbaik dari hasil itu. Clara yakin Sandra tidak akan bisa lolos. Polisi mengatakan kalau dari hasil tes, tidak terdapat sidik jari Sandra, semuanya kaget. Pengacara datang dan minta Sandra dibebaskan karena tidak terbukti. Bima minta Sandra tetap dipenjara meskipun tanpa sidik jari, polisi bilang Sandra tidak akan bisa dipenjara kalau hanya menurut keterangan saksi, kecuali ada bukti lain. Fandy bilang Wulan sedang koma, kalau Wulan sadar ia bisa memberitahu siapa yang telah mendorongnya di pantai. Bima tetap merasa heran kenapa sidik jari Sandra tidak terbukti, Clara bilang Sandra itu licik bisa saja ia menukar hasil tes itu.

Sandra bilang bagaimana mungkin ia menukarnya, Sandra bilang sidik jari dirinya tidak ada karena bukan ia yang ingin membunuh Wulan, tapi Clara. Sandra bilang suatu saat Clara pasti akan masuk penjara karena kejahatannya. Clara merasa kesal dan yakin pasti ada yang telah menukar suntikan itu, Clara curiga pada Herman dan Alexa.

Alexa beruntung ia mengikuti Nabila dan berhasil menukar suntikan yang di bawa Bima, kalau tidak pasti Nabila di penjara. Alexa menyuruh anak buahnya agar membakar suntikan itu.

Clara mendatangi Alexa dan bilang beraninya Alexa menghalangi rencananya. Alexa bilang itu karena Clara mau mencelakakan anaknya. Clara bilang Alexa akan mendapatkan balasannya. Nabila datang dan menampar Clara dan bilang itu karena kejahatan Clara. Clara bilang ia akan membuat orang – orang yang Nabila sayangi memusuhi Nabila dan jika ia telah menikah dengan Bima ia akan membunuh orang – orang yang Nabila sayangi. Nabila bilang demi orang – orang yang ia sayangi, Nabila bersumpah akan menghancurkan Clara. Alexa bilang ia akan selalu menolong dan mendukung Nabila. Herman melihat mereka bertiga, Herman merasa dilemma di satu sisi ia senang Nabila bebas, tapi di sisi lain ia tidak suka Nabila dekat dengan Alexa karena akan sulit bagi Herman untuk mempengaruhi Nabila.

Hera tahu dari Bima kalau Sandra bebas sementara, Sugih bilang mungkin karena bukan Sandra pelakunya. Bima merasa bingung karena ia melihat Sandra ada dilokasi kejadian saat Wulan celaka. Sugih berpikir mungkin ada orang lain yang ingin mencelakakan Wulan tapi Sandra yang disalahkan. Clara bilang mungkin saja Sugih benar dan bisa saja Herman atau Alexa yang ingin mencelakakan Wulan. Bima merasa Sandralah yang ada dibalik semuanya dan berdoa supaya Sandra mendapatkan hukuman.

Bima beroda untuk kesembuhan Wulan. Sugih juga sama, ia ingin Wulan sembuh dan dapat mengungkapkan siapa sebenarnya yang telah mencelakakannya. Hera bingung kalau Sugih dan Bima terus menjaga Clara tidak ada waktu untuk perawat itu memberikan suntikan pada Wulan. Hera minta Bima dan Sugih keluar dan bilang biar dokter yang menangani Wulan. Sugih bilang kenapa Hera tegang sekali, apa Hera takut kalau Wulan sadar. Hera bilang ia tegang karena menunggu Wulan yang tidak sadar – sadar. Nabila memperhatikan semuanya tanpa mereka sadari dan berdoa untuk kesembuhan Wulan. Wulan akhirnya bisa membuka matanya.

Sinopsis Putri Yang Ditukar Episode 28 Oktober 2011 – Jumat

Meisya merasa kesal karena Rangga mungkin tidak pernah menyukai Meisya, apalagi sekarang Rangga tidak ingat apa – apa tentang Meisya. Rangga bertanya apa Rangga sangat berarti bagi Meisya, karena Meisya sangat ingin Rangga ingat tentang Meisya. Meisya belum sempat menjawab, Aris datang dan memanggil Rangga dengan sebutan “PAPAH”. Meisya mengingatkan Rangga kalau sebut Rangga dengan sebutan “OM PANJUL”. Aris bilang ia ingin menengok Aini di rumah sakit dan ingin di temani sama Om Panjul juga. Meisya minta Rangga menemani mereka karena itu keinginan Aris. Rangga bilang ia akan menemani Aris, asal Aris jangan memanggilnya “OM Panjul” lagi, tapi “Om Rangga”.

Amira bilang dirinya dan Rizky menolong Aini yang pingsan dan lupa menjaga kereta dorong Samudra sehingga Tabrakan dengan mobil. Amira merasa ibu yang tidak bertanggung jawab karena tidak bisa mengurus dua anaknya, Rizky memberi semangat pada Amira. Zahira marah seharusnya Amira dan Rizky membagi tugas untuk menjaga Aini dan Samudra. Prabu minta Zahira jangan marah pada Amira, karena bukan keinginan Amira Samudra menjadi celaka. Prabu minta Zahira menjaga perasaan Amira, Zahira minta maaf pada Amira tapi Utari bilang Zahira tidak perlu minta maaf karena Zahira benar kalau Amira seharusnya menjaga keduanya.

Prabu minta Utari diam dan jangan memojokan Amira. Aini yang mendengar rebut – rebut bangun dan minta Prabu jangan marah – marah. Prabu janji ia tidak akan marah – marah lagi, Aini menanyakan kabar dan ingin bertemu Samudra.

Dokter bilang kalau Samudra baik – baik saja, semuanya sangat senang. Zahira minta maaf pada Amira atas kata – katanya tadi. Amira bilang tidak apa – apa, justru ia sangat senang karena Zahira sangat menyayangi Samudra. Prabu juga minta maaf pada semuanya, Aini bilang ia sangat senang kalau semuanya rukun.

Meisya, Aris dan Rangga datang. Aris menyapa Aini, Meisya bilang Aris minta di antar untuk menengok Aini. Aris minta maaf pada Aini karena Aris yang menyebabkan Aini sakit. Rizky curiga jangan – jangan waktu tes urin Aini, itu memakai sampel Aris. Prabu bilang Aris kecil – kecil sudah bandel sekali, karena Aini bisa tambah sakit kalau terlambat diobati. Aini minta Prabu jangan marah pada Aris karena Aini yang nyuruh Aris. Meisya bilang Prabu jangan marah pada Aris karena Aini sendiri yang minta. Prabu bilang kalau Aris tidak nakal pasti Aris tidak mau menuruti Aini, Prabu bilang Aris nakal pastu itu turunan dari sifat Meisya.

Rangga bilang pada Prabu, Aris sudah bertindak benar karena sudah berani jujur dan mengakui kesalahan dan itu merupakan didikan dari Meisya. Aini minta Prabu minta maaf pada Aris dan Meisya. Prabu akhirnya minta maaf.

Arman bilang pada Zahira ada Rendra di depan rumahnya pasti mencari Arza. Arza bilang ia tidak mau bertemu Rendra karena takut dimarahin, Arza bilang ia tidak mau pulang karena mau mencari “MAMAH-nya”, Arza minta izin agar bisa tinggal bersama Zahiran dan Arman. Zahira bilang pada Arman biar ia yang berbicara dengan Rendra karena kasihan melihat Arza ketakutan. Arman mengajak Arza pergi main, sementara Zahira akan berbicara dengan Rendra.

Friday, October 28, 2011

Sinopsis DEWA Episode 28 Oktober 2011 – Jumat

Tama merasa heran kenapa Wiwi harus bohong dan bilang pada Dewa kalau Tama bukan anaknya. Tama merasa alasan Wiwi berbohong pada dewa adalah karena Dewa sebenarnya Kania. Tama minta Diandra duluan dan ia akan menemui Wiwi. Diandra merasa aneh kenapa Wiwi tidak mengakui Tama sebagai anaknya.

Tama datang dan Wiwi memanggilnya dengan sebutan “ANDIKA”. Tama heran kenapa saat ada Dewa Wiwi tidak mengakuinya sebagai anak, Wiwi beralasan karena Bonar minta Wiwi merahasiakannya, sementara Diandra sudah terlanjur mengetahuinya. Wiwi bilang pada Tama kalau semakin dikit yang tahu maka semakin baik. Tama curiga kalau Dewa adalah Kania, Wiwi bilang Dewa bukan Kania, karena kalau Dewa itu Kania pasti Wiwi sudah mengatakannya pada Tama karena Kania adalah teman kecil Tama. Tama bertanya kenapa Wiwi bisa kenal dengan Dewa? Wiwi bilang itu karena Ryan mengenalkannya pada Dewa dan Dewa juga merupakan gadis yang baik.

Wiwi sebenarnya merasa tidak enak karena harus berbohong pada Tama. Wiwi hanya tidak ingin mengganggu hubungan Tama dan Diandra yang akan menikah. Wiwi juga merasa Tama lebih baik sama Diandra karena Diandra sangat mencintai Tama.

Dini akhirnya bisa berdiri dan berusaha melangkahkan kakinya. Sakti melihat Dini dan sangat senang, Dini bilang ia berusaha berjalan karena tidak mau selamanya lumpuh. Tanpa sepengetahuan Dini dan Sakti, Lasmi melihat Dini yang sudah bisa berjalan. Sakti bilang pada Dini kalau misal Dini sudah sembuh sebaiknya Dini dan Sakti keluar dari rumah Ruslan. Dini merasa kalau ia keluar dari rumah Ruslan, pasti Gita dan Ruslan akan kembali bersatu. Dini langsung berpura – pura jatuh dan bilang kakinya masih lemah. Dini bilang pada Sakti kalau mereka tidak boleh keluar dari rumah Ruslan, karena Gita yang membuat kakinya lumpuh sehingga Ruslan harus tanggung jawab. Lasmi merasa Dini mempunya maksud tertentu dan ingin berlama - lama tinggal di rumah Ruslan.

Sinopsis Seeking Justice

Will Gerard (Nicolas Cage) hidup bahagia bersama istrinya seorang musisi yang cantik, Laura (Januari Jones). Sampai suatu malam peristiwa yang mengerikan, semuanya berubah. Setelah Laura diserang dan meninggalkan trauma di rumah sakit, Will didekati oleh orang asing (Guy Pearce) yang menawarkan untuk membalaskan dendam langsung ke penyerang dan menyelamatkan Will dan Laura dari traumatik. Bingung, Apakah menerima tawaran tersebut, namun ia segera tersadar bahwa keadilan ada harganya.

Sumber: 21cineplex

Sinopsis ANUGERAH Episode 27 Oktober 2011 - Kamis

Clara ingin membunuh Wulan dengan cara menenggelamkannya, Wulan minta dilepaskan. Sandra ingin menolong Wulan tapi dicegah oleh anak buah Sandra. Sandra melihat Wulan yang terdesak oleh Clara dan teriak memanggil nama Wulan. Kepala Wulan terbentur batu karang. Fandy dan Bima datang bertemu dengan Sandra. Anak buah Clara datang dan bilang pada Sandra kalau Wulan telah ditenggelamkan. Anak buah Clara menyamar sebagai anak buah Sandra. Bima dan Fandy sangat marah karena ternyata Sandra yang ingin mencelakai Wulan. Clara yang melihat Sandra terpojok sangat senang.

Alexa datang menemui Sandra dan Sandra menceritakan kalau Clara mencelakai Wulan. Alexa percaya pada Sandra. Rino datang dan marah pada Sandra, Arya juga bilang ia sangat ingin percaya pada Sandra tapi kenyataan berkata lain. Alexa merasa kehadirannya di sana akan membuat Sandra semakin terpojok, apalagi kalau Bima melihat Sandra bersamanya.

Bima dan Fandy berhasil menemukan Wulan yang pingsan tak sadarkan diri. Bima bilang pada Sandra kalau terjadi apa – apa pada Wulan ia tidak akan memaafkan Sandra. Sandra minta Fandy percaya padanya tapi Fandy bilang Sandra adalah perempuan terjahat yang pernah ia temui, Fandy bilang Sandra sangat berbeda dengan Nabila dan ia menyesal telah bertemu dengan Sandra.

Wulan sedang mendapatkan perawatan, semua orang menunggu dengan tegang terutama Bima dan Arya. Dokter keluar dan bilang pada semuanya kalau Wulan kritis, Bima minta dokter melakukan sesuatu untuk Wulan supaya selamat. Hera ingin dokter itu bilang pada Bima kalau Wulan meninggal. Nabila yang memperhatikan dari kejauhan berdoa untuk kesembuhan Wulan. Dokter bilang ada pendarahan di kepala Wulan dan sekarang Wulan dalamm keadaan koma, kemungkinan terburuknya adalah meninggal. Semuanya sangat sedih kecuali Hera dan Clara.

Nabila menangis di taman mengingat kata – kata dokter tentang kondisi Wulan yang kritis. Herman sebagai Dewa menghampiri Nabila dan bilang Nabila seharusnya mendengarkan kata – katanya untuk menjauhi Alexa. Herman merasa kedekatan Nabila dengan Alexa malah membuat rencanya semakin berhasil, karena Nabila pasti tidak akan bisa lagi mendekati keluarga Sugih. Tapi Herman tetap tidak ingin Alexa mendekati Nabila. Nabila bilang pada Dewa ia akan bilang pada semuanya kalau Clara yang telah menenggelamkan dewa, Dewa berpura – pura simpatik dan bilang semuanya tidak akan percaya.

Nabila akan melihat keadaan Wulan tapi Alexa datang dan minta Nabila berhati – hati. Nabila bilang ia tidak bisa membiarkan Wulan dalam bahaya karena Clra masih berkeliaran dan sewaktu – waktu bisa membuat Wulan meninggal. Alexa bilang ia tahu kalau Nabila peduli pada keluarga Sugih, tapi kehadiran Nabila sekarang malah akan menambah masalah.

Herman kesal melihat Alexa yang berbicara dan mencegah Nabila untuk melihat Wulan. Rino, Sania dan Arif melihat Sandra yang bersama Alexa dan menghampirinya tepat saat Alexa memegang tangan Sandra dan memohon demi kebaikan Sandra sendiri.

Rino menuduh Alexa dan Sandra bekerja sama untuk mencelakai Wulan, Alexa bilang jangan menuduh sembarangan karena tidak ada bukti. Sania bilang buktinya sudah jelas kalau Alexa dan Sandra bersekongkol da nada ditempat kejadian, Sania juga bilang Sandra selalu ada saat Wulan mendapatkan masalah. Sania bilang Sandra adalah orang yang picik, Alexa hampir menampar Sania karena telah menuduh Sandra tapi Rino menahannya. Arif mengatakan kalau kemiripin Sandra dengan Nabila hanya membuatnya sedih karena Sandra selalu menyakiti orang – orang yang sayang pada Nabila. Arif, Rino dan Sania pergi.

Dewa datang dan mengajak Sandra pergi. Alexa memanggil Sandra dan Fandy mendengarnya. Clara melihat Fandy yang mengejar mereka. Alexa minta Nabila jangan berpura – pura lagi karena ia bukan Sandra, Dewa minta Sandra jangan mendengarkan kata – kata Alexa. Fandy datang dan bertanya kalau Sandra adalah Nabila istrinya, Fandy minta Sandra jangan diam saja. Alexa minta Nabila berterus terang kepada Fandy. Dewa takut kalau Nabila akan berterus terang pada Fandy, Clara juga merasa terancam kalau Nabila mengakui jati dirinya karena akan semakin susah untuk mendapatkan Nugie dan Bima kalau ada Nabila.

Melihat Clara datang Nabila bilang kalau ia adalah Sandra. Fandy bilang kalau Sandra benar – benar jahat. Alexa bilang pada Fandy kalau Sandralah yang telah mencelakai Wulan, Clara bilang ia tidak tahu apa – apa. Fandy bilang pada Clara jangan khawatir karena ia tidak akan pernah percaya pada apa yang dikatakan Alexa ataupun Sandra.

Sandra berpura – pura sedih dan bertanya pada Bima siapa pelaku yang ingin mencelakai Wulan? Sugih bilang pada Clara agar jangan terlalu sedih seperti itu, orang yang sikapnya berlebihan, sangat peduli bisa saja pelakunya. Clara kesal karena Sugih selalu memojokannya. Bima minta semuanya agar jangan bertengkar, karena Wulan sedang koma. Fandy bilang pada Bima pasti Wulan akan sembuh.

Hera memanas – manasi suasana dengan bilang kalau Alexa dan Sandra ada dilokasi kejadian. Sugih bilang meskipun mereka ada di sana belum tentu mereka pelakunya. Hera bilang setiap Wulan celaka pasti selalu ada Sandra, Bima lalu ingat kalau anak buah Sandra pernah bilang Sandra yang telah menyuruh menenggelamkan Wulan. Clara sangat senang karena Sandra menjadi tertuduh dan bilang pada Bima kalau Sandra tidak boleh lepas dari tanggung jawab karena telah mencelakakan Wulan.

Bima segera pergi untuk mencari Sandra dan Sugih minta Fandy mengejarnya. Sugih bilang pada Hera kalau Hera senang melihat Wulan koma, Clara bilang pada Sugih kalau hidup Wulan tinggal menghitung hari. Sugih bilang pada Clara ia tidak akan membiarkan Clara mencelakai Wulan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Read This!!!